Sejak mulai pertandingan serangan tim Jakarta 1928 semakin gencar ke gawang tuan rumah Devata Bali.
Dengan serangan yang bertubi-tubi dari tim kesebelasan Jakarta 1928 sehingga pada menit 14, Ferdi Muse berhasil membobol gawang Bali Devata.
Pada babak pertama ini tuan rumah Bali Devata, setelah dibobol oleh Jakarta 1928 berupaya merubah strategi permainan, tidak saja serangan pendek, tetapi serangan bola panjang.
Kekompakan tim Bali Devata tersebut akhirnya mampu mengimbangi Jakarta 1928 dengan menyamakan kedudukan 1-1, berkat tendangan Lija Spasojevic pada menit 29.
Setelah mampu menyamakan kedudukan tersebut, semangat pemain Bali Devata kembali terbangun, apalagi tribun penonton dipenuhi oleh suporter dari tim kesebelasan besutan pelatih Willy Csheppers tersebut.
Usai turun minum, kubu kedua kesebelasan berupaya membangun serangan ke gawang lawan. Namun karena kecekatan penjaga gawang kedua tim ini, bola tersebut dapat dikuasai.
Pada babak kedua tersebut, bahkan beberapa kali memberikan peluang pada tuan rumah untuk memasukkan gol, namun kecekatan penjaga gawang Jakarta 1928, Iswan Karim, upaya untuk memetik gol Bali Devata harus kandas.
Begitu juga serangan tim kesebelasan dibawah asuhan pelatih Bambang N, pada menit-menit terakhir, dua kesempatan hampir membobol gawang Bali Devata. Namun berkat kekompakan lawan maka Bali Devata mampu membendung serangan tersebut.
Seusai pertandingan, pelatih Devata Bali Willy Scheppers mengaku puas anak didiknya mampu tampil prima, walau setelah tim lawan memetik gol, tim kebanggaan masyarakat Bali tampak grogi.
Tetapi setelah diarahkan, mereka mampu merubah strategi permainan sehingga mampu membuahkan gol, merubah kedudukan menjadi 1-1.
Sementara itu, Manager Sepak Bola Jakarta 1928, Andhi Tjayoko mengatakan, puas dengan penampilan anak didiknya. Walau detik-detik terakhir pertandingan ada dua kesempatan emas, yang mestinya bisa dimanfaatkan untuk menambah gol.
"Tim kami merasa puas bermain disini. Dan anak didik kami sudah secara maksimal bermain sesuai strategi yang kami arahkan," ucapnya.
Pertandingan yang disaksikan ribuan penonton tersebut dipimpin oleh wasit Raden Mas Agus dari Surabaya.
Pertandingan berikutnya di Lapangan Kapten Dipta yang merupakan "home base" Bali Devata tersebut, pada Minggu (20/2) akan berhadapan dengan Persebaya 1927.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.