"Tim yang beranggotakan dua orang masing-masing Dr David Samiyona dan Dr Ni Putu Listiati melakukan akreditasi selama empat hari, 14-17 September 2016," kata Direktur Pascasarjana IHDN Denpasar Dr I Ketut Sumadi di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, kedua bidang studi dari lima bidang studi program S-2 dan S-3 yang menjadi sasaran penilaian adalah Program S-2 Brahma Widya (Teologi Hindu) dan program studi S-3 Ilmu Agama.
"Penilaian menyangkut berbagai aspek dalam proses belajar mengajar, pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi serta sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki lembaga pendidikan tinggi Hindu tersebut," ujar Ketut Sumadi.
Ia menambahkan, semua aspek penilaian yang menyangkut pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat harus disertai dengan bukti yang akurat.
Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam memajukan empat program studi S-2 dan satu program studi S-3 selama ini sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi dalam proses belajar mengajar.
"Dengan demikian akreditasi yang dilakukan tahun 2013 dengan nilai C diharapkan kini dapat ditingkatkan menjadi nilai B atau A," harap Ketut Sumadi.
Hal itu sejalan dengan kemajuan program pascasarjana, baik menyangkut proses belajar mengajar maupun sarana dan prasarana pendukungnya.
Menyangkut tenaga dosen kini telah memiliki enam guru besar dan sekitar 40 doktor lulusan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
Demikian pula jumlah mahasiswa S-2 dan S-3 tahun 2016/2017 sebanyak 136 orang dan tahun sebelumnya tercatat 180 orang.
Mahasiswa baru tersebut terdiri atas program studi S-3 14 orang, program studi S-2 Dharma Acarya 75 orang, program studi S-2 Brahma Widya 17 orang, Sastra Agama 19 orang dan program studi S-2 Ilmu Komunikasi sebelas orang, ujar Ketut Sumadi. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.