"Saya minta para atlet untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari strategi maupun dari kesiapan fisik, mental dan spiritual," kata Sudikerta saat melakukan persembahyangan bersama pada atlet di Pura Besakih, Amlapura, Rabu.
Menurut dia, persembahyangan dilakukan untuk memohon keselamatan dan kelancaran jelang para atlet tersebut berlaga di arena PON mulai 17 September mendatang.
"Saya minta para atlet memanfaatkan pemusatan latihan (training center), resapi dari sisi teori maupun praktiknya jangan sampai tidak fokus," ujarnya.
Untuk memfokuskan diri dalam latihan, Sudikerta juga mengimbau para atlet agar tetap menjaga pola makan dan kondisi kesehatan, agar TC yang cukup berat tidak menghambat tampilan pada saat PON nanti.
Di samping itu, para pelatih diminta fokus dalam membimbing para atlet, agar para atlet tersebut betul-betul memiliki gambaran terhadap strategi yang harus di terapkan dalam pertandingan.
Sudikerta optimistis dengan kemauan serta kekompakan antara pelatih dan para atlet dapat memberikan hasil yang maksimal dalam memperebutkan medali.
"Sebelumnya atlet PON Bali berhasil meraih emas sebanyak 15, sedangkan tahun ini saya harap para atlet dapat meraih minimal 25 medali emas," ujar orang nomor dua di Bali tersebut.
Sementara itu, Ketua KONI Bali Ketut Suandi mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali dalam mempersiapkan para atlet untuk mengikuti perhelatan olahraga nasional tersebut.
Ia mengemukakan ada 484 atlet yang akan berlaga dalam PON nanti, terdiri dari 362 atlet dari 36 cabang olah raga dan 122 orang pelatih.
Persiapan dalam mengikuti PON telah dimulai sejak Februari 2016 dan sampai saat ini para atlet masih mengikuti pelatihan intensif, yang berupa pemberian palatihan teori dan strategi praktik.
Suandi berharap dengan segala persiapan yang telah dilakukan dapat memberikan hasil yang terbaik kepada masyarakat Bali dan dapat mengharumkan nama Bali di ajang Nasional. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.