Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan nilai tukar rupiah terlihat masih mampu bergerak di area positif.
Sentimen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan II yang lebih baik dari periode sebelumnya menjadi salah satu faktor penopang nilai tukar rupiah.
"PDB Indonesia kembali berada di area 5 persen. Itu menjadi salah satu faktor yang menjaga rupiah," katanya.
Kendati demikian, ia menjelaskan, dolar AS yang cenderung menguat terhadap mayoritas mata uang dunia dapat mempengaruhi laju rupiah ke depannya sehingga pergerakan nilai rupiah berpotensi terkonsolidasi.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan dolar AS yang cenderung menguat di pasar global dapat membatasi pergerakan rupiah.
Di sisi lain, dia mengatakan, pemangkasan anggaran serta realisasi amnesti pajak yang belum signifikan diperkirakan memberikan sedikit sentimen negatif ke pasar keuangan Indonesia.
Ia mengatakan kebijakan mengenai 7 day repo rate yang akan diberlakukan 19 Agustus 2016 oleh Bank Indonesia akan menjadi fokus pasar, dan itu diharapkan dapat mendorong penguatan rupiah.(WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.