Informasi di RSUP Sanglah Denpasar, Kamis menyebutkan, Dewi merupakan pasien rujukan dari RSUD Karangasem.
Dewi dibawa oleh keluarganya setelah petugas RSUD Karangasem menyarankan untuk membawanya ke RSUP Sanglah karena melihat gejala klinisnya mengarah ke rabies.
"Kami khawatir terjadi apa-apa, karenanya setelah disarankan oleh petugas RSUD Karangasem, kami langsung bawa ke RSUP Sanglah," kata Gede Mahardika, kakak pasien.
Ia menjelaskan, kekhawatiran itu muncul setelah rumah sakit tersebut memperkirakan adiknya positif terserang rabies.
Dewi masuk ke rumah sakit terbesar di Pulau Dewata itu pada Rabu (12/1) sekitar pukul 12.30 Wita.
Saat ini Dewi masih dalam perawatan intensif di ruang Nusa Indah.
Menurut Mahardika, adiknya digigit anjing liar di pinggir jalan hampir sebulan yang lalu, saat Hari Raya Kuningan.
Saat digigit anjing, luka gigitan pada kaki kirinya itu tak langsung diberikan pengobatan atau vaksin antirabies (VAR).
Korban baru mendapat suntikan VAR sepekan setelah digigit anjing dan luka pada kakinya itu tak kunjung sembuh.
Pada Selasa (11/1) lalu, luka di kaki kiri korban semakin parah dan membengkak.
Saat itu, meskipun kaki Dewi membengkak, tapi korban belum mengalami gejala klinis yang mengarah pada rabies.
"Namun setelah dirawat ke rumah sakit, dokter menyarankan adik saya dirawat di RSUP Sanglah," kata Mahardika.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.