Singaraja (Antara Bali) - Kerugian akibat tanah longsor dan banjir bandang di sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng, Bali, mencapai Rp30.649.667.000.

Kabag Humas Pemkab Buleleng Made Juniadi didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketut Astasemadi di Singaraja, Kamis, menjelaskan, jumlah tersebut merupakan total data kerugian akibat musibah yang terjadi menjelang akhir 2010 sebagai dampak tingginya curah hujan.

"Ada beberapa titik bencana dari sembilan kecamatan yang jumlah kerugiannya mencapai miliaran rupiah, yakni di Kecamatan Busung Biu sebesar Rp21,7 miliar lebih dan di Kecamatan Seririt Rp7,3 miliar lebih," katanya.

Selain merusak rumah penduduk, bencana alam di dua kecamatan tersebut juga merusak infrastruktur penting seperti jembatan di Desa Titab dan senderan atau tepi sungai serta areal perasawahan milik masyarakat sekitar.

Sementara itu jumlah kerugian akibat tanah longsor di Kecamatan Sawan mencapai Rp607.350.000. Bencana itu menyebabkan sejumlah infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan di daerah tersebut rusak.

"Kerugian akibat bencana di Kecamatan Tejakula mencapai Rp485.150.000 menyusul Kecamatan Kubutambahan yang mencapai Rp327 juta. Jumlah kerugian paling kecil akibat tanah longsor terjadi di Desa Pegadungan, Kecamatan Buleleng, yakni menimpa senderan milik sekolah TK Widya Kumara Graha yang mencapai Rp41,270 juta," katanya.

Menurut Juniadi, upaya penanggulangan maupun penanganan pascabencana akan dilakukan sesuai dengan skala prioritas, seperti perbaikan beberapa infrastruktur penting yang menjadi penopang kegiatan masyarakat.

"Seperti jembatan serta beberapa fasilitas lain yang rusak akibat dihantam banjir bandang dan tanah longsor," katanya.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026