Denpasar (Antara Bali) - Nilai Tukar Petani Bali pada bulan Juli 2016 sebesar 106,67 persen, lebih tinggi dibandingkan NTP tingkat nasional pada bulan yang sama yang tercatat 101,39 persen.

"NTP daerah kita mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen, sementara NTP nasional mengalami penurunan 0,08 persen terhadap bulan sebelumnya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, NTP Bali pada bulan Juli 2016 meningkat sebesar 0,09 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 106,67 persen. Dari sisi indeks yang diterima ppetani (lt) mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen, dari 128.83 persen pada bulan Juni 2016 menjadi 129,43 persen pada bulan Juli 2016.

Sementara dari sisi yang dibayar petani (lb) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen dari 120,88 persen menjadi 121,34 persen.

Adi Nugroho menjelaskan, dari lima subsektor yang menentukan pembentukan NTP Bali, dua di antaranya mengalami kenaikan dan tiga subsektor mengalami penurunan.

Kedua subsektor yang mengalami peningkatan tersebut terdiri atas subsektor Hortikultura 0,89 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,38 persen.

Sedangkan tiga subsektor yang mengalami penurunan meliputi subsektor tanaman pangan 0,84 persen, peternakan 0,73 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,41 persen.

Adi Nugroho menambahkan, NTP mampu menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk biaya produk pertanian.

Nilai tukar petani diperoleh dari perbandingan indeks yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, semakin tinggi NTP dan semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani.

NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga, tutur Adi Nugroho. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026