"Kami melakukan persiapan secara bertahap dan diharapkan dalam dua tahun perencanaan menjadi rumah sakit bertaraf internasional itu terwujud," kata Direktur RSUP Sanglah dr I Wayan Sutarga di Denpasar, Sabtu.
Dia mengatakan, selain persiapan dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana secara menyeluruh, pihaknya juga melakukan perbaikan sumber daya manusia yang lebih kompeten.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga saat ini tengah menjalin kerja sama dengan Royal Darwin Hospital Australia untuk menangani pasien korban trauma, terutama bagi pasien yang merupakan warga asal Negeri Kangguru.
Sutarga menjelaskan, sebagai langkah awal dari bentuk kerja sama tersebut, dari Bali akan dikirimkan beberapa dokter dan paramedis untuk dilatih mengenai cara penanganan pasien trauma di Royal Darwin Hospital.
"Setelah semuanya berjalan dengan baik, kami juga akan mempersiapkan ruangan khusus untuk 'trauma centre'," ujar Sutarga.
"Trauma Centre" itu nantinya akan dibangun dengan prosedur berstandar internasional.
Dikatakan, pihaknya juga akan menambah kapasitas tempat tidur dari sekitar 600 unit menjadi 800 unit.
Namun Sutarga tidak menyebutkan besaran dana yang dikeluarkan untuk mewujudkan perubahan dari rumah sakit berstatus RS pendidikan tipe A menjadi bertaraf internasional itu.
Menurut dia, pihaknya menjamin jika status rumah sakit rujukan itu telah berubah, maka tidak akan ada perubahan atau kenaikan tarif pelayanan kepada masyarakat.
Bahkan Sutarga mengaku pelayanan menjadi lebih efisien karena menggunakan prosedur berstandar internasional.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.