Singaraja (Antara Bali) - Banjir bandang yang terjadi sejak pukul 21.30 Wita di wilayah Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat, merusak sejumlah infrastruktur penting, sawah, dan pemukiman warga.

Seperti yang terjadi di Desa Titab, sebuah jembatan satu-satunya di kawasan tersebut mengalami kerusakan akibat terseret arus air sungai yang meluap.

Kepala Desa Titab, Gusti Nyoman Darsana dikoonfirmasi mengaku masih mememantau warganya yang dikhawatirkan ada yang menjadi korban akibat banjir bandang tersebut.

Di tempat lain, Kapolsek Seririt AKP Putu Ariana mengatakan, sebuah rumah di pinggir pantai kawasan Desa Banjar Asem mengalami rusak akibat terjangan ombak.

Masih di wilayah Kecamatan Seririt tepatnya di Dusun Pala, Desa Pengastulan, sebuah jembatan yang melintasi Tukad (sungai) Saba, mengalami kerusakan dan sebuah pilarnya hanyut terseret arus.

Selain jembatan, senderan atau turap sepanjang 100 meter di Tukad Saba juga jebol akibat terjangan banjir bandang setelah sejak pagi kawasan utara Pulau Bali itu diguyur hujan.

Menurut Kepala Desa Pengastulan Ketut Yasa, seorang nelayan warga Dusun Pala, yakni Nengah Latih, sempat hanyut dan ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri.

Dikatakan, lahan warga di kawasan Desa Pengastulan juga terendam dan mengakibatkan sekitar satu setengah hektare tanaman padi yang berumur 42 hari rusak.

"Saya baru mendapat laporan dari Wayan Neta yang menjadi 'penyakap' (penggarap) sawah seluas setengah hektare milik Haji Nasim mengalami kerusakan karena terletak dekat dengan sungai," kata Yasa melalui telepon selulernya.

Menurut Yasa, kerusakan fisik yang terjadi baru di seputar Dusun Pala yang kebetulan letaknya di pinggiran Tukad Saba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, longsor juga menutup jalur utama yang terletak di perbatasan Kecamatan Seririt dan Kecamatan Busungbiu dan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026