Denpasar (Antara Bali) - Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra melakukan prosesi "Melepas Matahari 2010" yang ditandai dengan pemukulan "kulkul" atau kentongan di Denpasar, Jumat petang.

Pemukulan kentongan tersebut sekaligus mengawali kegiatan "Parade Budaya Nusantara" yang diikuti dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Wali Kota mengatakan, kegiatan "Melepas Matahari 2010" untuk menyongsong 2011 merupakan sarana introspeksi diri dalam setahun beraktivitas dan berkarya untuk kehidupan yang lebih baik.

Ia mengatakan, selain introspeksi untuk diri sendiri, ajang ini juga untuk instrospeksi kepada lingkungan yang lebih luas.

"Untuk itu kami menyambut baik dan berterima kasih kepada para seniman yang berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini," katanya.

Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, dalam roda kehidupan tidak terlepas dari seni budaya yang diwarisi sejak turun temurun, sehingga menjadi salah satu daya tarik kepariwisataan di Bali.

"Keragaman seni budaya yang kita miliki harus dilestarikan sebagai harmonisasi serta keselarasan kehidupan dan menjadikan destinasi kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik," ujarnya.

Koordinator Teknis Kegiatan "Melepas Matahari 2010" Nyoman Suarsa mengatakan, pegangkatan kesenian berupa tari-tarian nusantara itu untuk menghormati keragaman yang tumbuh di sekitar ibu kota Provinsi Bali ini.

Ia mengatakan, kegiatan parade seni budaya ini memadukan keterwakilan seni tari dari daerah yang ada di Indonesia, seperti seni Indonesia timur, tengah dan barat.

Parade seni budaya tersebut diawali dengan persembahan gamelan instrumental, dilanjutkan dengan persembahan tarian "City Brending Baris Sight Seeing" yang dirangkaikan dengan aksi seni dari sejumlah daerah, yaitu Tari Piring dan Japin (Sumatera), Tari Padang Wulan (Jawa Timur), Tari Mandau (Kalimantan), Tari Pengelu (Sulawesi), Tari Ronggeng (Betawi) dan Tari Egong (NTT).

Di penghujung pawai ditampilkan gamelan baleganjur inovatif, yaitu menggunakan aneka alat musik yang unik seperti bekas galon air, perkusi, drum, rebana dan jenis alat musik yang unik lainnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma mengatakan, untuk menyongsong detik-detik pergantian tahun 2010 ke tahun 201i di Lapangan Puputan Badung juga ada hiburan dari berbagai grup musik dan kesenian tradisional.

"Pada pergantian tahun 2010 atau pukul 24:00 Wita ditandai peniupan terompet," katanya.

Lapangan Puputan Badung yang ada di tengah Kota Denpasar sudah mulai ramai didatangi warga masyarakat yang ingin menyaksikan pergantian tahun baru tersebut.

Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar mulai sibuk mengatur arus kendaraan warga masyarakat menuju lapangan tersebut.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026