"Enam gerai baru itu akan didirikan di empat wilayah di Indonesia yakni di Jakarta, Surabaya, Bali dan Kalimantan," kata National Operation Manager Black Canyon Coffee Budi Agung di sela-sela acara perayaan pergantian tahun bersama anak-anak panti asuhan di Denpasar, Jumat.
Dijelaskan, salah satu dari enam gerai baru itu, untuk di Bali akan hadir di Kuta, Kabupaten Badung.
Diperkirakan kedai itu diresmikan Maret 2011. Saat ini persiapannya sudah mencapai 50 persen, namun dari segi sumber daya manusianya sudah siap.
Dikatakan, sebenarnya permintaan pendirian kedai kopi asal Thailand itu kepada pihaknya cukup banyak, namun berdasarkan hasil pemetaan di beberapa wilayah, yakni Bali, Jawa, Sumatera dan Kalimantan, hasilnya adalah dengan rencana pendirian enam kedai baru itu.
"Cukup banyaknya permintaan dari masyarakat untuk memiliki kedai kopi kami, karena saat ini kopi sudah menjadi gaya hidup, sehingga memikat semua kalangan," ujarnya.
Menurut Budi, saat ini Black Canyon Coffee sudah berada di 19 lokasi, tersebar di sembilan kota yang ada di Indonesia. Rata-rata jumlah pengungjung di seluruh lokasi itu, antara 300 sampai 500 orang.
Sementara General Manager Black Canyon Coffee Purwanto Sudjianto mengatakan, untuk wilayah Pulau Dewata masih butuh didirikan sebanyak dua kedai baru.
"Selain di wilayah Kuta, kami juga sedang membidik wilayah Denpasar yang ditargetkan di kawasan ruas jalan utama, seperti Jalan Teuku Umar," kata Purwanto.
Dikatakan, kedai kopi yang saat ini ada di Pulau Dewata, seperti yang di Discovery Shopping Mall, pertumbuhannya cukup baik dengan peningkatan target 2010 sebesar 35-40 persen dari target 2009.
Menurut Purwanto, mengenai program coorporate social responsibility dilakukan pihak setiap triwulan, dengan pelaksanaannya disesuaikan waktu tertentu, seperti menjelang hari keagamaan.
"Saat ini sudah ada program yang kami lakukan, yakni berupa sumbangan bagi anak-anak yang putus sekolah," ujarnya. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.