"Di tempat kami di kawasan Pantai Sanur tingkat pemesanan kamar untuk masa pergantian tahun itu baru sekitar 60 persen. Hanya di Kuta yang sudah sampai menolak tamu," kata Putu Sukarata, Sales Manager Inna Sindhu Beach, Sabtu.
Ditemui saat koordinasi dengan sejumlah travel agen di Bandara Ngurah Rai Bali di Tuban, diakui bahwa kini lebih sulit untuk bisa mendapatkan tambahan tamu guna mencapai target tingkat hunian kamar mencapai 90 persen.
"Tahun-tahun sebelumnya pada masa pergantian tahun, hotel kami selalu penuh, kini untuk bisa mencapai 90 persen saja sepertinya agak sulit. Sampai saat ini saja baru sekitar 60 persen," katanya.
Berdasarkan koordinasi dengan Grup Inna di Bali, seperti Inna Grand Bali Beach Sanur, Inna Veteran Denpasar, maupun Inna Putri Bali di Nusa Dua, katanya, juga diperoleh informasi yang tidak berbeda jauh. "Hanya Inna Kuta yang kamarnya sudah habis dipesan," ucapnya menegaskan.
Menurut Putu Sukarata, tamu domestik banyak yang batal memesan kamar ketika dikenakan tarif tambahan Rp550 ribu untuk pesta makan malam (gala dinner) saat menyambut pergantian tahun dari 2010 ke 2011.
Padahal Inna Sindhu Beach menawarkan tarif khusus menyambut tahun baru itu hanya Rp800 ribu per kamar dari biasanya Rp600 ribu per malam. "Entah kenapa, liburan menyambut tahun baru kali ini agak sulit memenuhi target tamu," ucapnya.
Sementara Julita Candra, Marketing Communications Manager Maya Ubud Resort & Spa, sebelumnya juga mengakui, dari 108 kamar yang disediakan pihaknya, masih banyak yang belum dipesan tamu untuk masa pergantian tahun.
Meski begitu, dia optimistis pada saatnya akan bisa meningkatkan tingkat hunian kamar hingga di atas 70 persen.
Sedangkan di kawasan wisata internasional Kuta, ratusan hotel dengan ribuan kamar umumnya sudah habis dipesan tamu untuk liburan akhir-awal tahun mendatang. Banyak pencari kamar di Kuta yang tidak berhasil mendapatkannya dan kemudian beralih ke Sanur atau Kota Denpasar.
Meski banyak hotel yang kamarnya belum dipesan tamu, namun jalanan di sekitar Kota Denpasar dan Kuta hampir setiap saat diwarnai lalu-lalang konvoi bus-bus wisata rombongan pelajar dari berbagai daerah, terutama asal Pulau Jawa.
Rombongan pelajar itu umumnya menginap di hotel-hotel kelas melati, seperti yang berderet di kawasan Jalan Nangka-Gatot Subroto, Jalan Cokroaminoto dan daerah lainnya dengan tarif murah.
Kamar hotel yang bisa dihuni empat hingga delapan orang itu memasang tarif beragam kisaran ratusan ribu rupiah.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.