Denpasar (Antara Bali) - Nama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali Wayan Suasta dicatut oleh seseorang untuk melakukan penipuan terhadap sejumlah kepala sekolah.

Wayan Suasta yang dihubungi di Denpasar, Jumat menjelaskan, penipu itu menggunakan modus penipuan dengan cara memberitahu para kepala sekolah melalui telepon seluler bahwa sekolahnya akan mendapatkan bantuan.

"Penipu itu mengaku sebagai saya dan memberitahukan bahwa sekolah tersebut mendapat bantuan dana dari Pemprov Bali atau pemerintah pusat," katanya.

Bantuan itu, katanya, akan segera dikirimkan, namun kepala sekolah yang sudah dihubungi diminta untuk mengirimkan sejumlah uang melalui nomor rekening.

Sewaktu menghubungi para kepala sekolah itu, penipu meninggalkan nomor ponsel yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.

"Dari kejadian itu beberapa kepala sekolah sudah mengkonfirmasi saya dan setelah dicek, akhirnya diketahui bahwa itu memang bukan nomor telepon saya," kata Suasta.

Ia mengaku bersyukur karena sampai saat ini belum ada kepala sekolah yang menjadi korban penipuan.

Menurut dia, beberapa kepala sekolah yang sempat dihubungi pelaku segera menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Bali.

"Kepala sekolah selalu konfirmasi dulu ke saya. Benar nggak mereka dapat bantuan. Setelah saya jelaskan bahwa itu penipuan, mereka jadi lebih mengerti dan waspada," katanya.

Wayan Suasta menuturkan, jumlah uang yang diminta oleh pelaku melalui rekening itu beraneka ragam, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta.

Sekolah-sekolah yang sudah dihubungi adalah, SMK 3 Denpasar, SMK 4 Denpasar, dan SMK Saraswati.

Menurut mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bali itu, pada 2010 ini memang cukup banyak bantuan yang dicairkan kepada sejumlah sekolah, seperti bantuan dana pendamping BOS, bantuan operasional pendidikan (BOP), atau bantuan sarana dan prasarana.

"Saya meminta kepada kepala sekolah untuk tetap waspada karena modus penipuan kini semakin beragam. Sasarannya bukan hanya SMK, tapi bisa juga SMA atau SMP. Makanya jangan sampai terjebak," katanya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026