Kintamani (Antara Bali) - Menjelang hari liburan Natal wisata kamping atau menginap dengan menggunakan tenda di objek wisata Toya Bungkah di pinggir Danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, laris dipesan pengunjung.

"Dari 30 tenda yang kami miliki, semuanya telah habis dipesan konsumen untuk liburan Natal mendatang," kata Sang Ketut Oka, sales marketing Toya Devasya Resort dan Spa, ketika dihubungi ANTARA di Kintamani, Senin.

Ia menyebutkan, meski belakangan ini sering turun hujan, namun  wisata kamping tidak akan pernah terpengaruh dengan kondisi cuaca buruk.

"Biarpun hujan terus turun, para wisatawan tetap memesan tenda untuk bermalam menikmati keindahan alam lengkap dengan danau dan Gunung Batur-nya itu," katanya menjelaskan.

Sang Ketut Oka menyebutkan, lonjakan peminat bagi wisata tenda sudah mulai dirasakan sejak Oktober lalu, dan menjelang Hari Raya Natal tahun ini jumlah pemesannya bertambah tinggi.

"Saat ini kami kewalahan untuk melayani konsumen karena tingginya permintaan," ucapnya. 

Tingginya permintaan itu, kata dia, karena kawasan yang dipakai kamping terletak di lereng Gunung Batur dan tepi Danau Batur yang dikelilingi oleh lingkungan perbukitan hijau.

"Air panas alami yang bersumber dari gunung berapi Batur yang dikenal sebagai 'tamba' atau penyembuh penyakit, juga menjadi salah satu daya tarik kenapa wisata kamping cukup diminati," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk paket kamping itu, pihaknya jual seharga Rp300 ribu per orang.

Dengan paket itu, jelas dia, para pengunjung sudah mendapatkan fasilitas kolam air panas alami yang jernih dan tidak berbau belerang.

"Jenis air panas alami ini tergolong sangat jernih dan tidak mengeluarkan bau belerang yang cukup menyengat. Air panas itu kami kemas dalam bentuk kolam renang dan tempat berendam yang mengasikkan," ucapnya.

Selain itu, pengunjung juga mendapatkan fasilitas kamping yakni tenda berlapis dua untuk tidur. Lapisan pertama berfungsi menahan air hujan, dan lapisan kedua untuk menjaga agar serangga tidak masuk ke ruang tenda.

Dalam tenda itu, kata dia, dilengkapi dengan "sleeping bag", "matrass" dan bantal untuk kenyamanan beristirahat.

"Api unggun serta 'BBQ night' kami sajikan sambil menikmati suasana alam terbuka yang sejuk di tepi Danau Batur," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pengunjung juga disediakan tempat santai untuk sarapan pagi, makan siang dan malam di restoran setempat dengan menu sesuai pilihan, yakni masakan Indonesia, China dan Eropa.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026