"Akibat hujan lebat yang terus mengguyur selama beberapa hari belakangan ini, kawasan perumahan tersebut terendam air," kata Agus Mahendra, petugas Posko PMI Bali yang berada berlokasi banjir, sekitar 18 km barat Denpasar, Senin.
Air yang merendam akses jalan keluar masuk perumahan tersebut sepanjang 50 meter itu berasal dari luapan gorong-gorong yang tidak kuat menampung debit air akibat hujan deras.
Menurut Agus, kawasan itu memang selalu terendam air jika hujan turun, tetapi kali ini yang paling parah.
Sampai saat ini para penghuni kompleks tersebut tidak bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari, sebab kendaraan milik warga tidak bisa melintasi air yang merendam jalan tersebut.
Agus mengatakan, hasil pemantauan pihaknya, warga hanya bisa bertahan di rumahnya masing-masing sambil menunggu air yang merendam jalan surut.
"Saat ini kami berusaha mengurangi debit air yang merendam akses jalan tersebut dengan menyedot air menggunakan pompa air," ujar Agus.
Selain peristiwa tersebut, akibat hujan lebat yang melanda kawasan Pulau Dewata selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banyak terjadinya bencana.
Kawasan ibu kota Provinsi Bali pun pernah diterjang hujan es yang melanda beberapa di wilayah tersebut. Akibatnya menimbulkan kepanikan warga yang sempat ketakutan.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar melaporkan, kondisi perairan di kawasan selatan Bali sedang dilanda gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 meter.
Selain gelombang tinggi, kawasan tersebut juga kecepatan anginnya sangat kencang yang membuat para nelayan takut untuk melaut.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.