Denpasar (Antara Bali) - Warga tetap diminta waspada, meskipun status Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, yang semula waspada kini diturunkan menjadi aman, setelah terjadi penurunan aktivitas kegempaan maupun vulkanik lainnya.

"Sejak 19 November lalu status Gunung Batur telah diturunkan menjadi aman atau normal," ujar Kapala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Provinsi Bali I Putu Agustina Anom di Denpasar, Jumat.   
   
Sebelumnya, pada 8 November 2009, Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung, telah menetapkan Gunung Batur dengan status waspada.

Anom menjelaskan, berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Batur di Kintamani, diketahui jika aktivitas kegempaaan dan vulkanik terus menurun.

Dari hasil analisa peralatan pengamatan gempa menunjukkan adanya tanda-tanda bahwa Gunung Batur terus mengarah pada status normal.

Hal itu bisa terlihat dari penurunan aktivitas kegempaan atau vulkanik di puncak Gunung Batur yang memiliki panorama indah dengan Danau Batur yang berada di kaki gunung.

Anom menambahkan, dengan telah dicabutnya status waspada tersebut, maka masyarakat termasuk para wisatawan bisa melakukan aktivitas di lereng gunung atau pendakian seperti sedia kala, namun mereka diminta tetap waspada.

"Saya mengimbau kepada wisatawan, sebelum melakukan aktivitas pendakian agar tetap meminta informasi ke posko pemantauan gunung yang ada di sana," harapnya.

Dia juga meminta warga tetap memperhatikan setiap perubahan kondisi alam di sekitar gunung, terutama jika sewaktu-waktu terjadi hal tak terduga, seperti hujan deras yang berpotensi menimbulkan longsor di kaki gunung.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026