Denpasar (Antara Bali) - Persaingan media di era globalisasi dan multimedia semakin ketat, karena itu Perum Lembaga Kantor Berita Nasional  (LKBN) ANTARA harus mampu menyajikan berita-berita yang akurat, kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma.

"LKBN ANTARA sebagai corong bangsa Indonesia dan menjadi acuan media, baik dalam negeri maupun asing harus mampu menyajikan berita terkini dengan data yang akurat," katanya di Denpasar,  bertepatan dengan HUT ke-73 Perum LKBN ANTARA, Senin.

Ia mengatakan, seiring era reformasi dalam berdemokrasi di Indonesia sehingga kebebasan pers tidak bisa dibendung lagi, baik media cetak dan elektronik yang menyajikan secara "online" atau berjaringan.

"Inilah salah satu tantangan Kantor Berita ANTARA. Namun saya yakin sebagai media milik negara yang kini telah memasuki usia 73 tahun akan dapat mengatasi persoalan tersebut," ucap mantan aktivis KNPI Bali itu.

Erwin Suryadarma mengamati, keberadaan Kantor Berita ANTARA dalam penyiaran berita sangat berimbang, seperti berita politik, sosial, pembangunan maupun pariwisata.

"Sebenarnya penyajian berita seperti itu sangat diharapkan oleh warga masyarakat, Walaupun tidak memungkiri media koran dalam penyajian beritanya ada yang kurang berimbang, seperti pemberitaan politik maupun pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, keberadaan kantor berita diharapkan mampu menyajikan berita-berita yang berimbang.

"Hampir semua negara di dunia andalan untuk menyampaikan berita berimbang dipercayakan kepada kantor berita negara tersebut dan Indonesia pun harus mampu seperti itu," ujar Erwin Suryadarma.

Dikatakan, Pulau Bali khususnya Kota Denpasar sangat berkepentingan dengan pencitraan melalui pemberitaan, sehingga wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Bali juga berkat "image" dari berita tersebut.

"Karena itu dampak pemberitaan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan pembangunan ke depannya," katanya.

Erwin Suryadarma berharap kepada pemerintah pusat agar berita pembangunan dari pelosok desa hingga ke kota tersaji secara berimbang, maka sudah sepatutnya memberikan anggaran lebih untuk biaya operasional kepada kantor berita tersebut.

"Kantor Berita ANTARA merupakan sebagai corong negara sudah selayaknya dana operasional dibebankan kepada APBN. Dengan demikian daerah yang selama ini belum mampu bekerja sama dengan kantor berita tersebut sudah bisa tertangani pemberitaannya," kata Erwin Suryadarma mengharapkan.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026