"Meskipun masyarakat Korsel ke Bali persentase peningkatannya sangat kecil, namun negara itu mampu menempati urutan keenam dari sepuluh negara terbanyak memasok wisman ke Pulau Dewata," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Ir Gede Suarsa, MSI di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, mereka yang menikmati keunikan seni budaya Bali itu seluruhnya lewat Bandara Ngurah Rai, dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya dan hanya dua orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.
"Adanya kerja sama Pemprov Bali dengan Provinsi Cheju dalam bidang seni budaya dan pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat Korsel ke Bali pada masa-masa mendatang," ujar Gede Suarsa.
Korea Selatan mampu memberi kontribusi sebesar 4,88 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 2.149.020 orang selama sepuluh bulan periode Januari-Oktober 2010 dan kondisi itu meningkat sebesar 8,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 1.977.773 orang.
Gede Suarsa menambahkan, dari sepuluh negara terbanyak memasok pelancong untuk berliburan ke Bali, delapan negara mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan hanya dua negara menunjukan terjadinya kemerosotan.
Delapan negara yang masyarakat semakin banyak ke Bali, selain Korsel juga Australia menempati urutan teratas yakni sebanyak 525.316 orang meningkat 46,26 persen dibanding kurun waktu yang sama tahun sebelumnya hanya 356.727 orang.
Menyusul China di urutan ketiga dengan memasok 174.825 orang atau meningkat 0,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 174.178 orang, Malaysia di posisi keempat mengirim 118.379 orang meningkat 8,05 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 109.581 orang.
Masyarakat Taiwan yang berpelesiran ke Pulau Dewata meningkat 6,05 persen dari 103.019 orang pada periode Januari-Oktober 2009 menjadi 109. 251 orang pada periode yang sama tahun 2010.
Demikian pula masyarakat Inggris naik 4,32 persen dari 77.940 orang menjadi 81.313 orang, Jerman bertambah 13,84 persen dari 65.120 orang menjadi 74.004 orang dan masyarakat Singapura naik 66,06 persen dari 42.124 orang menjadi 69.952 orang.
Sedangkan dua negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali meliputi Jepang sebesar 24,43 persen dari 281.826 orang pada sepuluh bulan pertama 2009 menjadi hanya 212.894 pada periode yang sama 2010.
Demikian pula masyarakat Perancis turun 6,84 persen dari 98.290 orang menjadi hanya 91.569 orang, ujar Gede Suarsa.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.