Made Arya, salah seorang warga Denpasar, Minggu mengatakan, sangat senang dengan keputusan pemerintah yang menurunkan harga BBM dengan harapan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
"Sangat senang dan menerima harga BBM diturunkan, kalau bisa sih diturunkan lagi hingga Rp1000-RP2000/liter. Karena dengan diturunkannya harga itu bisa mengurangi masalah ekonomi masyarakat kecil,"ujarnya.
Made Arya menambahkan, penurunan harga BBM memang sangat meringankan kantong masyarakat, dan pemerintah diharapkan sesudah melakukan terobosan dengan menurunkan harga bbm, diharapkan harga-harga lainnya juga ikut turun, seperti salah satunya harga sembako yang diketahui setiap harinya selalu berubah-ubah.
"Harga sembako sampai saat ini belum turun, bahkan harganya kian hari kian melambung. Saya berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menurunkan harga sembako mengingat sebagian warga kini merasa mengalami kesulitan ekonomi," beber Arya.
Hal senada juga diungkapkan Kadek Ari , seorang mahasiswi mengaku, lega dengan adanya penurunan harga BBM, karena sedikit membantu meringankan pengeluaran uang jajan.
"Kalau bisa sih turun terus harga BBM , jangan sampai dinaikkan lagi, agar dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, " katanya.
Sementara, Ketut Permadi Arya kuumara, Branch Manajer Pertamina Bali mengatakan, dengan adanya kenaikan dan juga penurunan harga BBM pihak pertamina tidak takut mengalami kerugian akibat tidak stabilnya harga paska kenaikan dan penurunan.
"Kami sudah mengatur strategi untuk mengantisipasi hal tersebut dengan mengatur stok BBM yang ada di setiap SPBU. Di Bali ada 185 unit SPBU,"ujarnya.
Ketut Permadi Aryakuumara menambahkan, untuk 185 SPBU di Bali, setiap harinya menyalurkan BBM jenis premium sebanyak 2.000 kilo liter, bahan bakar solar 500 kilo liter, pertalite 70 kilo liter dan pertamax 400 kilo liter.
"Dengan adanya stok yang memadai itu kami harapkan BBM di Bali aman hingga hari raya Idul Fitri nanti," ujarnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Pande Yudha: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.