"Kami ingin KUR bisa dimanfaatkan semua pihak, khususnya sektor UMKM, karena bunga murah, prosedur murah, dan ada jaminan untuk usaha," kata Asisten Deputi Bidang Pasar Modal dan Lembaga Jasa Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Agus Heri Susanto ditemui dalam lokakarya Sistem Informasi Program (SIKP) dalam rangka mendukung Program KUR di Denpasar, Selasa.
Menurut dia, dari Januari hingga Maret, realisasi KUR di seluruh Indonesia mencapai Rp28 triliun atau rata-rata per bulannya di atas Rp8 triliun.
Untuk itu, pihaknya optimistis target realisasi pencairan KUR selama tahun ini bisa tercapai.
Penyaluran KUR, kata dia, sebagian besar terealisasi di enam provinsi di Indonesia, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Bali.
Agus menambahkan bahwa sebagian besar realisasi KUR itu dimanfaatkan oleh usaha mikro sebesar 58 persen dan sisanya merupakan usaha ritel.
Pemerintah, lanjut dia, telah mengambil sejumlah langkah untuk mendongkrak minat pelaku usaha memanfaatkan KUR tersebut, di antaranya menambah jumlah bank penyalur KUR, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank swasta.
Selain itu, menambah jumlah penjamin KUR, mencapai tujuh perusahaan penjaminan. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.