"Tadi pagi saya dan keluarga sudah melaksanakan persembahyangan bersama di rumah, namun karena ada tugas penting, mau tidak mau harus tetap dinas," kata Gde Agung ditemui di Nusa Dua, Rabu.
Gde Agung selaku kepala daerah mengakui bahwa kerap kali jam kerjanya tidak dibatasi oleh waktu seperti yang terjadi bertepatan libur Galungan.
Di saat umat Hindu lainnya berlibur berkumpul bersama keluarga, namun Gde Agung merelakan waktu hari raya itu untuk tetap bekerja seperti biasa.
"Seperti yang Anda lihat sekarang, saya sudah pakai seragam dinas, padahal tadi pagi masih mengenakan pakaian adat guna melaksanakan persembahyangan," ujarnya.
Mengingat saat ini banyak digelar pertemuan bertaraf internasional di Bali dan hampir semua kegiatan dipusatkan di wilayah Kabupaten Badung, sehingga membuat dirinya tetap harus memantau agar berjalan aman dan lancar.
Seperti diketahui, kegiatan internasional digelar di Nusa Dua, termasuk Bali Democracy Forum (BDF) yang ke-III, yang dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (9/12).
Bupati Gde Agung mengatakan, pada Hari Raya Galungan umat Hindu di Bali melaksanakan persembahyangan di pura atau tempat suci di rumah masing-masing.
Demikian pula kegiatan persembahyangan digelar di pura yang ada di kompleks Perkantoran Pemkab Badung di Mangupura yang diikuti ratusan pegawai, baik pria maupun wanita.
Dia berharap momentum Galungan itu bisa membawa semangat untuk meningkatkan rasa syukur dan ketakwaaan kepada Ida Sang Yang Widi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
Dalam kesempatan itu pula, Gde Agung atas nama Pemkab Badung mengucapkan selamat Hari Raya Galungan kepada seluruh umat Hindu di daerahnya maupun di wilayah lainnya.
Mengingat hari Galungan berdekatan dengan Tahun Baru Islam 1432 Hijriyah, dia secara khusus juga menyampaikan selamat tahun baru kepada seluruh umat Islam, khususnya di Badung.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.