"Hasil inventarisir data bencana selama Januari sampai Oktober seperti itu. Kami belum mengetahui penyebabnya apa, sehingga di sini terbanyak terjadi puting beliung," kata Diah Handayani, petugas Posko Bencana PMI Bali di Denpasar, Selasa.
Dalam kurun waktu tersebut terjadi sekitar 10 kali fenomena alam di beberapa lokasi yang berbeda di wilayah Pulau Dewata.
Beberapa wilayah Pulau Dewata yang cukup sering diterjang angin puting beliung adalah Kabupaten Gianyar, Bangli dan Kota Denpasar.
Namun untungnya, dari sekian kali terjadi peristiwa tersebut, tidak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa, kecuali sebatas kepanikan dan ketakutan, katanya.
Akibat dari bencana tersebut terutama menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah, yakni berhamburannya genteng, sehingga menimbulkan kerugian materi.
Selain bencana angin puting beliung, kata Diah, peristiwa alam yang sering melanda wilayah tujuan wisata internasional ini adalah kejadian tanah longsor dan banjir.
"Namun yang paling mengejutkan selain bencana alam, selama tahun ini cukup sering terjadi korban tenggelam karena terseret arus maupun terdorong gemlombang laut," ujarnya.
Menurut Diah, pihaknya cukup sering mendapat laporan dari masyarakat tentang penemuan korban tewas akibat tenggelam di laut maupun perairan lainnya.
Peristiwa itu sering terjadi di beberapa pantai wilayah Bali, seperti Pantai Sayut, Serangan dan Antap Selemadeg.
Penyebab kejadian tersebut kemungkinan karena arus air laut yang begitu deras akibat terjadinya cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bali.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.