Kegiatan itu dihadiri Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, seluruh Kepala SKPD lingkup Pemkab Buleleng serta semua kepala desa di wilayah kabupaten terluas di Pulau Dewata tersebut.
Kepala Bappeda Buleleng, Gede Dharmaja mengatakan, konsultasi publik bertujuan menjalin komunikasi publik dengan komponen masyarakat di Buleleng terutama dengan forum SKPD lingkung pemkab Buleleng.
Ia menuturkan, kegiatan itu juga bertujuan menyempurnakan rancangan awal program pembangunan di di kabupaten Buleleng terutama terkait kerangka anggaran dan rencana kegiatan pembangunam daerah untuk mencapai tujuan pembangunan yang sudah dicanangkan.
Kerangka regulasi pembangunan, kata dia, mesti melibatkan partisipasi masyarakat demi terwujudnya koordinaso dan sinkronisasi pembangunan dari tingkat desa, kecamatan hingga kabuapaten.
Selain itu, Dharmaja menambahkan, secara lebih luas Pemkab sudah melakukan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat desa, kemudian tingkat kecamatan dan kemudian kabupaten dimana akan diawali kegiatan diskusi publik. "Jadi, diskusi ini merupakan awal dari Musrenbang kabupaten yang rencananya akan dilaksanakan bulan ini juga," paparnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menjelaskan pihaknya memberi apresiasiasi terhadap kegiatan itu karena dapat dijadikan sarana mencari masukan dan memberi warna terkait APBD 2017 nanti dimana akan menyerap berbagai aspirasi pembangunan di daerah.
Agus mengungkapkan forum itu juga diharapkan dapat menyingkronkan rencana pembangunan antarsatuan kerja (SKPD) dengan rencana pembangunan pemerintah pusat dan provinsi.
"Intinya proses pembangunan yang ada di Buleleng harus sinkron dan terintegrasi semuanya sehingga memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat luas," ucap Agus. (KUN)
Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi PurnomoEditor : I Made Andi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.