New York (Antara Bali/Xinhua) - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah data ekonomi bervariasi dan meningkatnya kekhawatiran bahwa Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa (EU).

Penjualan "existing-home" (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan) di AS merangkak maju pada Januari ke tingkat tahunan tertinggi dalam enam bulan, menurut National Association of Realtors, Selasa.

Total penjualan rumah naik 0,4 persen dari direvisi turun 5,45 juta unit pada Desember ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,47 juta unit pada Januari, mengalahkan konsensus pasar 5,32 juta unit.

Kepercayaan konsumen AS keluar lebih lemah dari yang diharapkan. Indeks Keyakinan Konsumen yang dirilis Conference Board berdiri di 92,2 pada Februari, turun dari 97,8 pada Januari.

Sterling dan euro  masing-masing anjlok 0,97 persen dan 0,15 persen terhadap greenback pada Selasa. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,10 persen menjadi 97,477 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1014 dolar AS dari 1,1027 dolar dari sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4022 dolar AS dari 1,4147 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7214 dolar AS dari 0,7229 dolar.

Dolar AS dibeli 112,00 yen Jepang, lebih rendah dari 112,79 yen pada sesi sebelumnya. Dolar turun menjadi 0,9920 franc Swiss dari 0,9987 franc Swiss tapi naik menjadi 1,3758 dolar Kanada dari 1,3713 dolar Kanada. (WDY)


Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026