"Selain persediaan barang menipis, kenaikan harga cabai besar disebabkan banyaknya permintaan konsumen untuk digunakan menjelang Hari Raya Umat Hindu (Galungan)," ujar Wayan Rendi, seorang pedagang di Pasar Badung, Bali.
Menurut dia, melonjaknya harga cabai besar saat ini juga dipengaruhi belum adanya panen raya petani lokal di daerah itu, sehingga tidak diimbangi dengan jumlah permintaan konsumen yang meningkat menjelang Hari Raya Galungan.
Rendi mengaku, cabai besar yang dijualnya tersebut rata-rata diperoleh langsung dari petani yang ada di Kabupaten Klungkung dan sejumlah daerah di Bali.
"Terkadang saya memperoleh barang (cabai besar) ini dari luar Bali apabila persediaan dari petani lokal di Pulau Dewata belum panen raya," ujarnya.
Ia mengharapkan, pemerintah agar melakukan pemantauan ke sejumlah petani dan distributor agar tidak menaikkan harga secara sepihak sehingga, persedian barang tetap ada.
Hal senada diungkapkan, Putu Agustini, seorang pedagang di Kumbasari, Denpasar, Bali, juga menduga kenaikan harga cabai besar mencapai Rp40.000 per kilogram disebabkan belum musim panen.
"Untuk pembeli cukup ramai saat ini dan dalam sehari menghabiskan cabai besar 10 kilogram per harinya," ujarnya.
Penyebab lain kenaikan harga cabai besar ini, menurut dia, akibat cuaca yang tidak menentu sehingga petani banyak yang gagal panen.
Selain itu, pedagang di pasar setempat juga meminta kepada pemerintah agar memantau distribusi cabai, agar salah satu komoditi hasil pertanian itu dapat terus terus tersedia. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.