Denpasar (Antara Bali) - Kondisi belasan rumah milik warga di Desa Peguyangan Kangin, Kota Denpasar, Bali yang rusak akibat terjangan angin puting beliung Kamis (25/11) lalu, kini sudah kembali normal.

"Rumah saya kini sudah diperbaiki dan keadaannya sudah seperti sedia kala, karena pihak pemerintah telah melakukan perbaikan," kata Ketut Mula, salah seorang korban di Banjar Kedua, Peguyangan Kangin, Jumat.

Dikatakan, dirinya dan korban lainnya merasa bersyukur karena pemerintah cepat tanggap dalam menangani bencana tersebut.

"Namun saya dan anggota keluarga lainnya merasa sedikit khawatir peristiwa serupa terjadi lagi di wilayahnya, mengingat cuaca saat ini cenderung buruk dan susah ditebak," ujarnya.

Dikatakan, fenomena alam itu sepengetahuannya selama tinggal di wilayah tersebut baru pertama kali terjadi. Akibat kejadian itu ia beserta anggota keluarga lainnya sempat panik dan ketakutan.

"Kami berharap peristiwa angin puting beliung itu tidak akan pernah terjadi lagi di Desa Peguyangan Kangin, sebab cukup menakutkan," katanya. 

Sementara Ketut Muki, korban lainnya mengatakan hal yang serupa. Namun kini ia mengaku lega karena rumahnya segera diperbaiki oleh pemerintah.

Kondisi rumah para korban pun tampak sudah normal seperti biasanya, dan seluruh warga telah beraktivitas kembali.

"Kami sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa, meskipun perasaan khawatir masih menyelimuti. Namun kami hanya bisa berharap semoga peristiwa serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.

Belasan rumah milik warga di Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, rusak akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi Kamis lalu sekitar 13.30 Wita.

Kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun sempat membuat warga setempat panik akibat munculnya fenomena alam yang tiba-tiba tersebut.

Warga sempat belarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri dari terjangan angin puting beliung itu.

Dari belasan rumah yang terkena terjangan angin tersebut, enam  di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, rata-rata kerusakan terjadi di bagian atap karena berhamburan terkena terjangan angin yang dahsyat itu.

Sementara beberapa bulan sebelumnya, di kawasan desa tersebut juga sempat diterjang banjir kiriman yang mengakibatkan belasan rumah terendam air dengan ketinggian satu meter lebih. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026