"Saya yakin, transparansi pada masa mendatang semakin penting. Kami akan saling meningkatkan kapasitas menuju ke sana agar kerja sama yang dilandasi falsafah saling berbagi dan beraksi bersama ini semakin terwujud," katanya di Nusa Dua, Bali, Jumat.
Yamada berada di Bali untuk menghadiri pertemuan ke-25 Forum Jepang-ASEAN. Pertemuan tahunan itu merupakan arena konsultasi dan evaluasi dalam kerangka memajukan kerja sama multi bidang di antara ASEAN dengan Jepang sebagai negara mitra.
Hadir dalam pertemuan itu Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Djauhari Oratmangun dan seluruh kepala serta anggota delegasi ke-10 negara-negara anggota ASEAN.
Dari pihak Jepang, Kimihiro Ishikami bertindak sebagai kepala delegasi.
Jepang merupakan satu negara yang sangat aktif memelihara dan meningkatkan kerja sama dengan ASEAN dengan berbagai alasan dan kepentingan. Menurut Yamada, pada periode 2006-2010 negaranya menyalurkan dana senilai 400 juta dolar Amerika Serikat dalam kerangka kerja sama JAIF.
"Pada periode 2010-2015, dana itu 150 juta dolar Amerika Serikat, yang akan disalurkan ke seluruh negara anggota ASEAN," katanya.
JAIF merupakan satu arena khusus bagi kedua pihak untuk meningkatkan kemakmuran Kawasan ASEAN.
Badan ini berdiri pada Maret 2006. Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Jepang (saat itu) Junichiro Koizumi menyatakan komitmen negaranya untuk mendukung integrasi ASEAN dalam Pertemuan Puncak Ke-9 ASEAN-Jepang di Kuala Lumpur pada Desember 2005.
Tujuan jangka menengah JAIF adalah mewujudkan kepaduan (intergrasi) negara-negara anggota ASEAN menuju perwujudan Komunitas ASEAN, yang salah satu prasyaratnya adalah kesenjangan pembangunan dan kemakmuran ke-10 negara-negara anggotanya harus semakin sempit.
Sebelum kesenjangan itu bisa semakin dijembatani, maka kepaduan dalam berbagai hal harus bisa dientaskan terlebih dahulu. Di antara yang paling pokok adalah pemaduan sistem basis informasi dan data yang sangat strategis dalam berbagai hal, salah satunya terhadap aspek perdagangan dan perpajakan di antara ke-10 negara ASEAN.
Kepaduan sistem dan infrastruktur transportasi, baik laut, udara, dan darat di antara ke-10 negara anggota ASEAN. Rintisan ke arah itu telah dimulai sejak ASEAN masih beranggotakan enam negara pendiri dan sudah mulai diwujudkan pada beberapa bagian.
Dalam Pertemuan Tahunan Ke-25 ASEAN-Jepang kali ini tidak dihasilkan satu dokumen bersama yang bisa diumumkan kepada khalayak. Pertemuan rutin kali ini hanya menginventarisasi dan merumuskan berbagai langkah yang bisa dilaksanakan bersama untuk dituangkan dalam Pertemuan Puncak ASEAN pada Oktober 2011 di Jakarta, saat Indonesia menjadi negara ketua ASEAN.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.