Denpasar (Antara Bali) - Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 4,001 juta orang selama tahun 2015, meningkat 6,24 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 3,76 juta orang.

"Jumlah tersebut sedikit melampaui sasaran yang ditetapkan sebanyak 4 juta turis," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Ir Adi Nugroho MM di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, sebagian besar wisman yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai, hanya 77.886 orang yang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.

Khusus kunjungan wisman pada bulan Desember 2015 mencapai 370.640 orang, meningkat 6,70 persen dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau bertambah 36,80 persen dibanding bulan sebelumnya ( November 2015).

"Target wisman ke Bali tahuyn 2015 dapat tercapai, namun peningkatannya relatif kecil," ujar Adi Nugroho.

Hal itu erat kaitannya dengan aktivitas Gunung Barujari, anak dari Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang kembali aktif pada bulan Oktober-November 2015, sehingga banyak terjadi pembatalan kunjungan wisman ke Pulau Dewata.

Dampak erupsi Gunung Barujari di Lombok, Nusa Tenggara Barat itu tercatat 692 jadwal penerbangan domestik dan internasional di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali,terpaksa dibatalkan.

Jumlah penerbangan yang dibatalkan itu terdiri dari 183 jadwal kedatangan dan 189 keberangkatan untuk rute domestik.

Sedangkan untuk rute internasional, selama tiga hari penutupan itu sebanyak 157 jadwal kedatangan dan 163 jadwal keberangkatan pesawat terpaksa dibatalkan, sehingga semuanya itu sangat berpengaruh terhadap upaya meningkatkan kunjungan wisman ke Pulau Dewata, ujar Adi Nugroho.

Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, tujuh negara di antaranya meningkat signfikan dan tiga negara menunjukkan terjadinya penurunan.

Ketiga negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali meliputi Australia menurun 2,53 persen dari 991.923 orang pada tahun 2014 menjadi hanya 966.869 orang. Meskipun menurun namun kunjungan masyarakat Australia menempati urutan teratas yang mampu memberikan kontribusi 24,16 persen dari total wisman ke Pulau Dewata.

Selain itu masyarakat Malaysia menurun 15,60 persen dan Singapura merosot 18,39 persen.

Sedangkan tujuh negara yang masyarakat meningkat berwisata ke Bali antara lain Tiongkok 17,43 persen, Jepang 4,96 persen, Inggris 31,95 persen, Korea Selatan 4,64 persen, Amerika Serikat 19,82 persen, Prancis 2,42 persen dan Taiwan 8,81 persen. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026