Mangupura (Antara Bali) - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Badung, Bali, memprihatinkan fasilitas kantor unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) di Kecamatan Abiansemal tidak memadai, karena kurangnya bantuan dana dari pemerintah.

"Pemantauan saya hari ini UPT Disdikpora di daerah itu tidak dilengkapi sarana dan prasarana seperti komputer dan gorden untuk gedung," kata Ketua Komisi IV DPRD Badung AA Ketut Agus Nadhi Putra didampingi sejumlah anggotanya di Badung, Jumat.

Ia mengakui selain minim fasilitas, pihak UPT juga diberatkan dengan masalah biaya upakara (biaya ritual keagamaan Hindu) untuk kantor tersebut.

Komisi IV DPRD Badung mendesak pemerintah menyiapkan gedung lengkap dengan sarana dan prasaranannya.

"Dewan minta agar biaya upacara sepenuhnya ditanggung pemerintah, sehingga pengguna gedung tinggal pakai, tidak lagi pusing memikirkan sarana prasarana dan biaya upakara," ujarnya

Menurut dia, gedung UPT Disdikpora yang memiliki area seluas 20 are itu banyak memiliki keterbatasan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Anggota Komisi IV DPRD Badung IB Alit Arga Patra juga meminta Disdikpora Badung serius membangun pendidikan yang berkualitas.

"Untuk menciptakan pendidikan bekualitas perlu diperhatikan ratio antara jumlah murid, guru, dan sarana prasarana," ujarnya.

Ia mengatakan dari segi anggaran Pemkab Badung sudah melebihi daerah lain. Namun, untuk kualitas fasilitas pendidikan masih perlu dibantu sepenuhnya.

"Kami ingin Disdikpora Badung membuat pendidikan di Badung agar berkualitas," ujar Wardana.

Untuk mencari kualitas, maka jumlah murid, guru, dan kelas harus seimbang. "Jangan sampai murid berdesak-desakan, sementara sarana tidak ada," katanya.

Arga Patra minta pemerintah memperhatikan dan mengayomi sekolah-sekolah nonformal yang ada di Badung, karena banyak masyarakat Badung yang masih buta aksara.

"Sekarang sudah ada Perda pendidikan insklusif. Pendidikan nonformal ini harus dapat fasilitas pemerintah," ujarnya.

Anggota Komisi IV lainnya Gede Wiradana meminta pemerintah merancang sekolah unggulan per kecamatan agar generasi muda di Badung tidak hanya ingin bersekolah di Kota Denpasar.

"Kalau masing-masing kecamatan punya sekolah unggulan, maka tidak terjadi urban siswa ke daerah lain," ujar Wiradana.

Komisi IV mencatat di Kecamatan Abiansemal, Badung, terdapat sekolah PAUD/TK sebanyak 37 unit, 64 Sekolah Dasar, enam SMP, dan lima SMA/SMK.

Untuk jumlah guru di PAUD/TK memiliki 136 guru di antaranya 40 PNS dan 46 tidak tetap, Sekolah Dasar sebanyak 741 guru (512 PNS, 226 tidak tetap), SMP sebanyak 311 guru (246 PNS dan 65 tidak tetap) dan SMK sebanyak 160 guru (78 PNS dan 82 tidak tetap). (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026