"Kami menilai wajar dewan meminta mobil dinas, tetapi bagi kami yang tidak wajar adalah, permintaan itu dilakukan di tengah minimnya anggaran," ujar Sekretaris LSM Bali Lestari I Wayan Rukiasta, Rabu.
Saat ini, kata dia, begitu banyak program pembangunan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati memerlukan banyak dana. Program yang dimaksud Rukiasta adalah utamanya meningkatkan pelayanan publik.
"Akan lebih pas dana itu disalurkan ke masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk meningkatkan pelayanan publik," katanya.
Selain itu, kata Rukiasta, pembangunan lima zona pengembangan wisata juga membutuhkan banyak dana. Dari pada dipakai bermewah-mewahan untuk mengganti mobil dinas, dana itu lebih baik digunakan untuk program yang prorakyat.
Protes yang dilakukan LSM Bali Lestari itu, menurut Rukiasta sangatlah beralasan, karena mobil para ketua komisi, ketua fraksi, wakil ketua DPRD serta ketua DPRD masih layak pakai.
"Kalau permintaan itu dilakukan, berarti wakil ketua DPRD itu hanya ingin gagah-gagahan menjadi wakil rakyat," ujarnya.
Jika, anggaran surplus, kata Rukiasta, tidak ada masalah para wakil rakyat itu minta sesuatu.
"Kalau anggaran melebihi, jangankan mobil, fasilitas lain bisa diberikan, tetapi mereka mesti buka mata saat ini anggaran lagi minim," ujarnya.
Minimnya anggaran di Pemkab Gianyar, ujar Rukiasta, sudah menjadi wacana publik, dan jika tiba-tiba ada permintaan mobil dinas baru, hal ini sangat disesalkan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.