Perolehan devisa sebanyak itu naik 8,7 persen jika dibandingkan periode sama 2009 yang tercatat 179 juta dolar AS, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Putu Bagiada, SE di Denpasar, Selasa.
Konsumen dari negara terbanyak pembeli aneka barang kerajinan, hasil indstri kecil dan ikan tangkapan nelayan berada di kawasan Pasifik seperti halnya Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Hongkong.
Bagiada mengatakan, pembelian dari AS tahun ini sedikit berkurang, namun tetap yang paling tinggi menyumbang devisa, yakni selama periode tersebut senilai 72,1 juta dolar, sedangkan periode sama 2009 tercatat 72,6 juta dolar AS.
Jepang merupakan pembeli terbesar kedua senilai 69,7 juta dolar AS, naik 16,3 persen jika dibandingkan periode sama 2009 yang hanya 59,9 juta dolar AS.
Australia menjadi pembeli terbanyak ketiga di kawasan Pasifik dengan nilai 22,7 juta dolar AS, naik 13,8 persen dari periode sama sebelumnya yang tercatat 19,9 juta dolar AS.
Konsumen Amerika, Jepang dan juga Hongkong, merupakan pembeli terbanyak ikan tongkol, tuna segar maupun yang sudah dibekukan, kepiting maupun kerapu, disampng hasil kerajinan berupa pakaian jadi dan aksesori.
Bagiada mengatakan, pihaknya mencatat sekitar 12 negara di kawasan Pasifik yang menjadi pengimpor nonmigas dari Bali. Konsumen di Kanada juga agak melejit dalam pembelian hasil kerajinan daerah ini dengan nilai 8 juta dolar AS.
Hongkong, salah satu kota dagang dunia, membeli aneka barang kerajinan buatan perajin Bali seharga 7,3 juta dolar AS, Selandia Baru mengimpor senilai 4,7 juta dolar, Kores Selatan membeli seharga 3,3 juta dolar AS.
Sedangkan negara lainnya di kawasan Pasifik seperti Taiwan, Meksiko, Rusia, China dan Chili membeli pada kisaran angka jutaan dolar, dan diharapkan hingga akhir 2010 perolehan devisanya meningkat, kata Bagiada.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.