Wartawan ANTARA yang melakukan pemantauan melaporkan, sebagian besar pusat perbelanjaan, pasar, toko Sembako, toko pakaian dan keperluan rumah tangga lainnya bahkan tutup.
Kondisi demikian hampir merata di wilayah Denpasar dan sekitarnya saat umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha.
Meskipun suasana sepi, namun ada juga beberapa pedagang sayur mayur seperti di Pasar Kereneng dan Kumbasari yang tetap menggelar dagangan, namun stoknya cukup terbatas.
"Ya banyak pedagang asal Jawa yang tidak berjualan, sehingga kondisi pasar menjadi cukup sepi, ini sudah terjadi sejak dua hari yang lalu," ujar Wayan Wartini (36), seorang pedagang di kawasan Pasar Kumbasari, Denpasar.
Hal senada juga diungkapkan Nyoman Rapti, seorang pedagang sembako. Ia mengatakan, tetap berjualan meski situasi pasar cukup sepi.
"Saya tetap berjualan karena kasihan dengan pelanggan-pelanggan saya jika toko saya tutup, apalagi ini kesempatan bagi saya untuk meraup rejeki lebih banyak lagi karena banyak toko lain yang tutup," katanya.
Namun hampir sebagian besar pedagang pada hari Idul Adha sama sekali tidak menggelar dagangan, dan memilih untuk merayakan Lebaran Haji bersama keluarga ataupun berekreasi.
Seorang ibu rumah tangga mengeluh karena tidak mendapatkan beberapa kebutuhan dapur, sebab pedagang umumnya merayakan Idul Adha.
"Saya pikir ada pedagang yang menjual ikan, tetapi ternyata tidak satu pun mereka menjual ikan di pasar," kata Gusti Ayu Martini.
Meski tidak mendapat ikan, tetapi ia mengaku lumayan lega karena masih ada beberapa pedagang makanan yang siap hidang.
Sementara arus lalu lintas kendaraan di jalan-jalan utama Kota Denpasar tampak sedikit lengang dari hari biasanya, terutama di jalan-jalan yang rawan kemacetan seperti di Jalan Imam Bonjol, Teuku Umar dan Diponegoro.
Arus lalu-lintas di jalan-jalan tersebut sangat lancar, kendaraan yang lalu-lalang tampak tidak terlalu banyak, mayoritas pengguna jalan adalah umat Muslim Denpasar yang bermaksud bersilaturahmi ke saudara atau rekan.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.