Penurunan tersebut akibat terbatasnya realisasi pada pos pendapatan asli daerah (PAD), sementara realisasi komponen lainnya dalam anggaran pendapatan Pemerintah relatif stabil
Denpasar (Antara Bali) - Realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Bali hingga triwulan III-2015 mencapai Rp 3,56 triliun atau sebesar 77,44 persen dari target yang ditetapkan dalam tahun ini, atau lebih rendah dari periode yang sama tahun 2014 mencapai 83,90 persen.

"Penurunan tersebut akibat terbatasnya realisasi pada pos pendapatan asli daerah (PAD), sementara realisasi komponen lainnya dalam anggaran pendapatan Pemerintah relatif stabil," Kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati di Denpasar Kamis.

Dalam laporan kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Ia menyebutkan, realisasi pos pendapatan asli daerah pada triwulan III tahun 2015 tercatat baru mencapai 76,88 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode 2014 yang sebesar 92,46 persen.

Berdasarkan komponen PAD, penurunan persentase realisasi terhadap target terjadi hampir pada semua komponen pembentuknya, baik di pendapatan pajak daerah, retribusi daerah, hsil PMD dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain

PAD yang sah.

Terbatasnya realisasi PAD tersebut terjadi seiring dengan perlambatan kinerja perekonomian Bali pada beberapa triwulan terakhir, terutama berdampak pada penurunan retribusi daerah disamping adanya penurunan suku bunga simpanan (giro) pemerintah di perbankan.

Sementara itu, pos dana perimbangan untuk daerah Bali mengalami peningkatan dari 70,51 persen pada triwulan III tahun 2014 menjadi 81,04 persen dalam periode yang sama 2015, terutama didorong oleh komponen dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU).

Disebutkan bahwa DAK yang sudah terealisasi sebesar 80,06 persen dan dana alokasi umum (DAU) yang sudah terealisasi sebesar 83,33 persen pada triwulan III 2015, tambah Dewi dalam laporan triwulan III 2015. (NWD)

Pewarta: Pewarta: IK Sutika
: I Nyoman Aditya T I

COPYRIGHT © ANTARA 2026