"Kami akan melakukan pengawasan terhadap hewan-hewan kurban yang akan dijual untuk dipotong saat hari Idul Adha nanti, terutama masalah kesehatannya," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kota Denpasar Dewa Made Ngurah, di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu akan dilaksanakan sehari sebelum Idul Adha dan pada saat pemotongan dilakukan.
Pemeriksaan hewan-hewan dilakukan sebelum dipotong dinamakan "ante mortem" yang bertujuan untuk mengetahui kondisi secara fisik hewan tersebut apakah ada cacat ataupun memiliki penyakit menular.
"Sedangkan pemeriksaan hewan kurban sesudah dipotong dinamakan 'post mortem' yang dilakukan untuk mengetahui kesehatan daging kurban," ujarnya.
Tujuan pemeriksaan hewan saat hari Idul Adha, ucapnya, merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat pentingnya kesehatan hewan sebelum dipotong dan setelah dipotong.
"Kami akan memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban yang dijual supaya tidak terjadi penyebaran penyakit karena hewan tersebut tertular penyakit berbahaya," ujarnya.
Dijelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan tersebut akan dilakukan mulai dari mulut, mata, hingga ke kuping. Fisik hewan kurban juga diperiksa dari kecacatan dan penyakit menular.
Teknis pemeriksaan hewan kurban itu, akan dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, yang dilaksanakan sehari menjelang hari Idul Adha.
"Nanti kami akan kunjungi seluruh tempat penampungan hewan kurban untuk mengecek kesehatan hewan ini sebelum dijadikan kurban," ujarnya.
Pihaknya sebenarnya telah melakukan pengawasan secara langsung terhadap hewan tersebut sebelum masuk ke Denpasar, katanya.
"Oleh karena itu pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga yang terlibat dalam pendistribusian hewan-hewan kurban tersebut," ucapnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026