Denpasar (Antara Bali) - Andika Anakonda, teman terdakwa Agustay Hamdamay mengungkap awal perkenalannya dengan ibu angkat Engeline, Margrit Megawe, dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa.

"Saya kenal dengan ibu Margrit di Lotte Mart saat beli kulkas pada Tahun 2014," ujar Andika Anakonda sebagai saksi dengan tersangka Agustay Hamdanay dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Edward Harris Sinaga di Denpasar.

Ia mengaku saat membawa kulkas ke rumah terdakwa Margrit Megawe di Jalan Sedap Malam itu, ibu angkat Engeline itu memberikan uang Rp10.000 sebagai ucapan terima kasih dan meminta saksi untuk mencarikan seseorang yang mau bekerja memberi makan ayam di rumahnya.

"Saat itu saya diberikan nomor telepon Margrit, apabila ada seseorang yang mau bekerja di rumahnya," ujarnya.

Kemudian, pada April 2015 saksi bertemu Agustay di loundry di seputaran Denpasar, dan menawarkan bekerja di rumah terdakwa Margrit.

Kemudian, kata Andika, Agustay menerima tawaran tersebut dan mengantar temannya itu ke rumah ibu angkat Engeline.

Margit menawarkan gaji Rp1 juta per bulan kepada Agustay untuk bertugas memberi makan ayam dan membersihkan kandang ayam itu. Kemudian, makan dan tempat tinggal ditanggung Margrit.

Kemudian, satu minggu Agustay dirumah Margrit, terdakwa komplain karena ada cairan pembersih lantai ditempat minum ibu angkat Engeline, sehingga saksi diminta datang ke rumah Margrit.

"Saat tiba di rumah terdakwa saya bertemu Agustay, Handono dan Susiana saat datang ke rumah Margrit," ujarnya.

Pihaknya sempat meminta kepada Ibu angkat Engeline Margrit apabila Agustay tidak becus bekerja di tempatnya itu agar dikembalikan kepada saksi.

Saat itu Engeline ada ditempat itu, dan menarik Engeline ke dalam kamar dan saksi mendengar Margrit marah-marah kepada Engeline yang mengatakan, "kalau kamu menjadi anak jangan suka bohong-bohong".

Saat itu, saksi berada dirumah Margrit kurang lebih selama dua jam, dan mendengar Engeline masih menangis di dalam kamar ibu angkatnya

"Habis itu saya pulang hingga saksi pulang ke rumah," ujarnya

Ia mengakui mengenal terdakwa Agustay sejak duduk di bangku sekolah dasar, namun baru bertemu di Bali Tahun 2015.

Kemudian, saksi baru mengetahui Engeline menghilang pada 18 Mei 2015 saat terdakwa Agustay menelpon dirinya Pukul 10.00 Wita, yang mengakui Agustay diwawancara banyak wartawan.

Kemudian, saat itu juga datang ke rumah Margrit melihat banyak polisi, wartawan sedang mengintrogasi Agustay dan Margrit.

Pada 22 Mei 2015, Agustay menelpon saksi bahwa dirinya akan dipecat Margrit dan tidak mengetahui apa penyebabnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026