"Dengan terselenggaranya BDF ini mengangkat kembali kepercayaan Bali sebagai destinasi Meetings, Incentives, Conference and Exhibition (MICE) kelas dunia," kata Penjabat Bupati Badung I Nyoman Harry Yudha Saka di Kantor Bupati Badung, Jumat.
Dalam kunjungan Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Al Busyra Basnur beserta rombongan, pihaknya menyatakan siap menyukseskan penyelenggaraan BDF itu.
Ia menuturkan, ketika terjadi bom Bali yang mengguncang Pulau Dewata pada 12 Oktober 2002 dan Tahun 2004 itu, kata dia, sangat berdampak buruk untuk pariwisata Bali.
"Semoga BDF ini dapat lebih sukses lagi dan terpenting dalam membantu terciptanya perdamaian dunia. Sekali lagi kami siap membantu demi suksesnya BDF ini," ujar Yudha Saka, birokrat asal Kabupaten Buleleng itu.
Hal senada diungkapkan Al Busyra pada kesempatan tersebut mengatakan, maksud kedatangan rombongan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu untuk melaporkan rencana pelaksanaan BDF ke-8 yang rencana akan diselenggarakan pada 10-11 Desember mendatang.
"Sudah tujuh kali BDF diselenggarakan di Bali dan rencana ini akan diselenggarakan kembali di Pulau Dewata kedelapan kali untuk mendukungan kegiatan itu," ujarnya.
Al Busyra menjelaskan, BDF yang dimulai sejak tahun 2008 bertujuan mempromosikan Indonesia sebagai negara demokrasi kepada negara-negara sahabat.
"Dalam BDF nanti panitia mengundang sekitar 129 negara dan tujuh organisasi internasional dari kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika, dan lain-lain," katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.