Denpasar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta Badan Pusat Statistik provinsi setempat dalam memuktahirkan data dilakukan secara objektif dan tidak didasari kepentingan tertentu.

"Dengan demikian, dapat tersaji data yang valid dan akurat sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan," kata Sudikerta saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, sajian data yang valid dan akurat akan mampu memetakan potensi dan persoalan pada sebuah wilayah. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemangku kepentingan dalam penyusunan program agar potensi bisa digali dan dimanfaatkan secara optimal.

"Dari data itu, kita juga dapat mengetahui persoalan yang masih dihadapi untuk selanjutnya dapat diatasi dengan program tepat sasaran," ujarnya.

Untuk mewujudkan pemuktahiran data yang berkualitas, Sudikerta minta jajaran KSK sungguh-sungguh dalam melaksanakan survei. "Jangan membawa kepentingan tertentu dan jangan ada `like and dislike` (suka dan tidak suka)," tandasnya.

Sudikerta menekankan, data terkini terkait sejumlah persoalan yang masih menjadi PR Bali seperti kemiskinan. Selain itu, data pertumbuhan ekonomi dan angka pengangguran juga sangat dibutuhkan untuk dijadikan acuan dalam evaluasi pembangunan.

Selain menyinggung validasi data, dalam kesempatan itu Sudikerta juga mengapresiasi kerja keras jajaran BPS Bali dalam memuktahirkan data. Kepala BPS Bali Panusunan Siregar dinilai sangat terbuka dan proaktif dalam memberikan data yang dibutuhkan Pemprov Bali dalam mempercepat pelaksanaan program Bali Mandara. Dia berharap, kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan ke depannya.

Sementara itu, Kepala BPS Bali Panusunan Siregar mengatakan bahwa kegiatan ini melibatkan 56 KSK se-Bali. Rakornis yang berlangsung selama tiga hari itu bertujuan menyiapkan KSK dalam menyongsong pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan berlangsung pada 2016. "KSK adalah sebagai angkatan perang terdepan dalam pengumpulan data," ucapnya.

Pembukaan Rakornis juga dihadiri Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Bali Ketut Wija, Kepala Bappeda Putu Astawa, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana dan Karo Ekbang Setda Provinsi Bali I Nengah Laba.(WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026