"Dari 20 negara peserta IORA, sebanyak 15 negara menyatakan menteri luar negerinya hadir di Padang," kata Sekretaris Jenderal IORA, K.V Bhagirath di Padang, Kamis.
Untuk Menlu dari lima negara lainnya yang tidak datang, berhalangan karena berbagai alasan ada yang sedang mengikuti agenda kerja kenegaraan masing-masing.
Negara anggota IORA yaitu Australia, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, India, Bangladesh, Iran, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, Mauritius, Seychelles, Uni Comoros, Madagaskar, Tanzania, Kenya, Mozambik dan Afrika Selatan.
Untuk pelaksanaan IORA tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, dimana hampir 90 persen Menlu hadir di Indonesia.
Ia menyebutkan prioritas yang paling penting dan salah satu dasar dalam kerjasama anggota IORA yaitu pembangunan ekonomi. "Dengan Indonesia berada dalam anggota IORA, semoga kerjasama ini makin meningkat dan berkembang dengan kerjasama yang paling utuh dalam perubahan-perubahan negara-negara IORA," katanya.
Direktur IORA Indonesia, Firdaus Dahlan mengatakan pertemuan di Kota Padang adalah agenda yang terjadwal dan sudah ada konsultansi antara tuan rumah IORA dan Sekretariat IORA.
Sementara untuk keputusan yang diambil dalam kerjasama di pertemuan IORA, katanya merupakan kesepakatan dari negara anggota yang diwakili oleh ketuanya masing-masing. "Kita selaku sekretariat IORA hanya memfasilitasi prioritas Pemerintah Indonesia ke depannya," jelasnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Junisman: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.