"Alasan usul tersebut sederhana saja yakni untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Pasar Buleleng berlokasi di pusat kota," ungkap Rasid, salah satu warga di daerah itu, Selasa.
Rasid yang juga Kepala Lingkungan Kampung Singaraja itu mengatakan, petugas yang berasal dari warga sekitar pasar mudah mengenali orang-orang yang keluar masuk pasar. Terutama ketika malam hari.
Sementara, kata dia, ada enam petugas yang dipekerjakan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng di Pasar Buleleng. "Mereka meliputi petugas jaga, tukang sapu, tukang karcis dan penjaga toilet, namun keseluruhannya tidak ada yang berasal dari Kampung Singaraja," imbuhnya.
Rasid menambahkan, aparatur kelurahan sudah beberapa kali berkoordinasi dengan PD Pasar terkait petugas pasar. Bahkan pihak kelurahan sudah merekrut warganya untuk dijadikan petugas, tetapi terkesan tidak pernah dihiraukan.
"Kami pernah ke PD Pasar mengusulkan untuk petugas jaga malam dan sudah sempat direkrut, namun tidak jadi karena beberapa alasan administrasi," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta PD Pasar melakukan penataan terhadap pedagang di pasar tersebut karena seringkali ketiga pagi hari, para pedagang sampai meluber hingga ke badan jalan, menyebabkan warga sekitar kesulitan untuk akses keluar masuk.
"Kalau pagi sampai meluber ke badan jalan, sehingga warga yang rumahnya di sekitar pasar kesulitan untuk akses keluar masuk karena terhalang," katanya.
Ia berpendapat, tidak mudah pula baginya untuk mengajak pedagang agar lebih menepi ketika berjualan karena para pedagang merasa telah membayar retribusi ke PD Pasar senilai Rp 3.000-Rp 5.000 setiap kali berjualan.
"Saya sudah koordinasi soal ini sama PD Pasar, memang kalau radius 100 meter harus dipungut, kalau tidak dipungut justru mereka yang salah," katanya.
Dikatakan pula, kini daya tampung pasar sudah melebihi kapasitas. "Pedagang sudah semakin banyak yang berjualan di pasar dan dari data kelurahan sedikitnya terdapat 150 orang pedagang di pasar tertua di Kota Singaraja itu," papar dia. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Made Bagus Andi Purnomo: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.