"Walau dunia pariwisata mendapat gangguan dengan adanya asap dan bencana alam Gunung Raung di Banyuwangi yang abunya sempat hingga ke Bali, tidak menyusutkan turis asing ke daerah ini," kata Pengamat Pariwisata, Mada Sudana di Denpasar, Senin.
Dalam kondisi yang kurang menguntungkan saja, masyarakat mancanegara yang datang ke Bali bertambah ramai, terutama dari pelancong yang diberikan bebas visa seperti India, Tiongkok, Selandia Baru, Prancis, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.
Ia yang juga seorang praktisi pariwisata Bali tentu menyambut baik kebijakan pemerintah yang berupaya untuk memperbanyak jumlah turis ke Indonesia melalui pintu masuk utama Bandara Ngurah Rai dan Batam, disamping bandara lainnya di Nusantara.
Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2015, sebanyak 45 negara mendapatkan fasilitas bebas visa sehingga total menjadi 90 negara, jumlah tersebut masih di bawah dari Singapura yang hampir memberikan bebas visa kepada seluruh dunia dan Malaysia kepada 156 negara.
Tetapi pemerintah Indonesia, kata Made Sudana sudah mengambil langkah positif dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104/2015 yang membebaskan visa kunjungan bagi warga di 75 negara dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing.
Perpres 104/2015 menyebutkan, bebas visa kunjungan tersebut berlaku bagi warga negara asing yang berwisata, menjalankan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, bisnis, keluarga, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain.
Adanya kemudahan dari pemerintah Indonesia ditambah gencarnya promosi pariwisata ke mancanegara terutama ke negara yang memiliki kantong-kantong turis asing dapat diyakini dunia pariwisata Bali yang akan semakin menggeliat, tutur Made Sudana.
Sementara Laporan Dinas Pariwisata Bali menyebutkan, jumlah turis asing yang terbang langsung dari negaranya ke Pulau Dewata selama Januari-Agustus 2015 sebanyak 2.599.509 orang atau bertambah 7,15 persen jika dibandingkan periode yang sama 2014 hanya 2.425.979 orang. (APP)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: Adi Purnama Putra
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.