Namun longsoran akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut tidak sampai menutupi ruas badan jalan yang menghubungkan wilayah Singaraja, Kabupaten Buleleng, dengan Tabanan dan Kota Denpasar itu.
Meski begitu, para pengguna jalan yang melintas di jalan raya tersebut dituntut
bersikap hati-hati dan waspada, karena mereka umumnya khawatir terjadi longsoran yang lebih besar.
"Saya khawatir juga saat melintas di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, sebab tadi saat hujan lebat beberapa tebing di pinggir jalan juga mendadak longsor," kata Gede Supartha, salah seorang pengguna jalan dari Singaraja menuju Denpasar.
Dikatakan bahwa longsor yang terjadi pada beberapa titik itu akibat hujan lebat yang terus menurus mengguyur wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
"Saya berharap tidak sampai ada longsoran tanah dari tebing di sekitar jalan tersebut yang lebih besar. Karena itu kita berharap pihak yang berwenang memperhatikan kondisi tersebut, sehingga tidak sampai menjadi bencana besar," ujarnya.
Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasa mengatakan, saat ini curah hujan di wilayah dataran tinggi yang ada di wilayah Pulau Dewata intensitasnya memang tinggi.
"Di daerah dataran tinggi seperti di wilayah Kabupaten Buleleng dan Tabanan curah hujannya memang lebih tinggi dari wilayah yang lebih rendah seperti Denpasar," ujar salah seorang petugas BMKG III Denpasar saat dihubungi melalui telepon.
Dijelaskan, rata-rata intensitas curah hujan di wilayah Bali adalah 20-100 milimeter per hari. Curah hujan tersebut bisa dikatakan intensitasnya sedang.
"Sedangkan curah hujan yang tinggi seperti di daerah dataran tinggi biasanya di atas intensitas tersebut. Namun, kami belum memiliki data yang pasti sebab harus mengumpulkan datanya dari pos pemantau hujan dari berbagai wilayah," ujarnya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.