"Setelah selesai dibangun maka masyarakat perlu mendapat sosialisasi termasuk langkah-langkah yang perlu dilakukan seperti evakuasi," kata Kepala BPBD Bali Dewa Made Indra di Seririt, Kabupaten Buleleng, Selasa.
Sistem peringatan dini itu dibangun di Lapangan Desa Sulayah, Kecamatan Seririt, tepatnya di bagian barat Kabupaten Buleleng.
Menurut dia, adanya sirine di Seririt menunjukkan bahwa daerah tersebut rawan terjadi tsunami berdasarkan pemetaan risiko bencana yang dilakukan BPBD, LIPI, BMKG dan sebuah lembaga swadaya masyarakat dari Jerman, JIZ.
Dia menjelaskan bahwa pemasangan sirine tsunami di Seririt itu merupakan satu dari tiga sirine yang telah dibangun di dua lokasi lain yakni di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan dan Desa Serangan Denpasar.
BPBD dan instansi terkait lainnya rencananya akan melakukan sosialisasi serupa di Tanah Lot pada (30/9) dan Desa Serangan pada (1/10).
Pihaknya saat ini tengah mengajukan 12 sirine tambahan kepada BMKG Pusat yang rencananya akan dipasang di sejumlah titik lainnya di Bali.
Sebelumnya sudah ada enam sirine yang dipasang di Bali Selatan yakni di kawasan Kuta, Nusa Dua, Legian, Kedonganan, Tanjung Benoa dan Sanur. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa WigunaEditor : Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.