Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan bahwa laju mata uang rupiah mengalami kenaikan, sebagian pelaku pasar uang masih melirik aset di negara berkembang menyusul kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang kembali menahan suku bunga acuannya.
"Bank sentral AS (the Fed) yang menunda menaikan suku bunganya membuat laju harga komoditas berbalik positif dan berimbas pada melemahnya laju dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan, dolar AS masih berpotensi bergerak menguat di pasar valas domestik menyusul sebagian pelaku pasar uang yang masih "wait and see" terhadap laju perekonomian domestik.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa pemerintah yang berencana memangkas proyeksi pertumbuhan 2016 menjadi 5,3 persen dari sebelumnya 5,5 persen menunjukan sikap pemerintah yang pesimistis terhadap prospek perekonomian dalam negeri.
Di sisi lain, lanjut dia, cadangan devisa menjelang akhir September yang menurun juga berpeluang menambah sentimen negatif ke pasar keuangan domestik. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.