Menurut Pastika, getaran positif itu dapat diperoleh dari tiga aktivitas sederhana yaitu tertawa, bernyanyi dan bertepuk tangan.
"Lakukan itu, maka kita akan memperoleh getaran positif," ujar Pastika seraya mengajak pengunjung bertepuk tangan.
Selain mengemukakan tips untuk memperoleh getaran positif, dalam kesempatan itu dia juga mengajak masyarakat Bali untuk lebih berani bicara.
"Jangan `koh` atau malas ngomong. Karena tidak setiap orang mengerti tentang diri kita," ucapnya.
Oleh karena itulah, Pemprov Bali membuat PB3AS yang digelar rutin setiap minggu. Di sini, lanjut dia, setiap orang boleh menyampaikan apa saja.
"Mulai urusan serius seperti kritik tentang pelayanan publik hingga masalah rumah tangga atau cinta," ujarnya.
Dia juga mendorong para mahasiswa memanfaatkan podium ini untuk latihan berbicara. "Jangan ngrundel di belakang, sampaikan di sini," ucapnya.
Hanya saja, Pastika mengingatkan agar etika tetap dikedepankan dalam penyampaian orasi.
"Jangan memaki-maki orang. Kalau menyampaikan keluhan tentang program pembangunan dan pelayanan umum, saya kira itu sah-sah saja. Karena memang harus ada orang-orang yang menyuarakan persoalan-persoalan tersebut," katanya.
Dengan adanya podium ini, Pastika berharap tak ada aspirasi yang tersumbat. Selain masyarakat umum, lembaga atau organisasi kemasyarakatan juga dipersilahkan memanfaatkan podium ini untuk mensosialisasikan programnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh RhismawatiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.