Denpasar (Antara Bali) - Bulog Divisi Regional Bali aka menambah pembagian beras untuk masyarakat miskin atau raskin hingga Desember 2010, yang rencana sebelumnya hanya direalisasikan hingga November.

"Pemerintah semula mempersiapkan raskin untuk 11 bulan, tetapi berkat dana dari APBN perubahan, jatah itu diberikan hingga Desember," kata Kepala Bulog Divisi Regional Bali Tuti Sutiati di Denpasar, Kamis.

Jatah raskin pada Desember 2010, katanya, diberikan hanya lima kilogram kepada setiap rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM), sedangkan sebelas bulan sebelumnya yakni selama Januari hingga November sebanyak 15 Kg per RTS-PM.

Tuti menjelaskan, pemerintah semula menyiapkan dana untuk raskin hanya sepuluh bulan, yakni Januari hingga Oktober dengan pembagian masing-masing RTS-PM 15 kg per bulan, sedangkan November jatah ditetapkan hanya lima kg.

"Namun berkat adanya dana tambahan yang diperoleha dari APBN Perubahan maka jatah Raskin untuk masyarakat ditambah yakni selama November diberikan penuh 15 kg per RTS-PM dan selama Desember hanya lima kg," ujarnya.

Pemerintah maupun Bulog tidak akan melakukan pemangkasan atas pemberian raskin, malahan jumlahnya justru ditambah dari rencana semula, tutur Tuti sambil menyebutkan bahwa pihaknya pernah merealisasikan jatah beras dua bulan sekaligus.

Bulog Devisi Regional Bali menjelang lebaran yang lalu merealisasikan beras sebanyak 4.000 ton untuk jatah Agustus dan September 2010 kepada 134.384 RTS-PM di Bali dan keberadaannya tersebar di semua kabupaten dan kota.

Tuti mengatakan, kala itu musim lebaran dan sudah dapat dipastikan harga kebutuhan pokok akan naik, maka beras dibagikan lebih awal kepada rakyat miskin, supaya salah satu kebutuhan mereka terpenuhi dengan pasti.

Jika terjadi kenaikan harga beras di pasaran menjelang lebaran, masyarakat tergolong kurang mampu ini, merasa tenang dan nyaman mengingat salah satu kebutuhan pokoknya sudah tersedia dan tidak perlu memikirkan lagi, katanya.

Pembagian raskin tersebut, katanya, sebenarnya sebagai antisipasi kenaikan harga beras menjelang lebaran yang harganya di pasaran kala itu naik antara Rp6.000-Rp7.000 per kg, namun masyarakat miskin tetap hanya membayar Rp1.600 per kg.

Kebijakan pemerintah itu sangat membantu rakyat kecil, tutur Tuti, dan Bulog Bali merealisasikan beras untuk rakyat miskin 200 ton setiap bulannya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026