Denpasar (Antara Bali) - Bulog Divisi Regional Bali sudah menyerap hampir 500 ton beras jenis premium dari petani lokal di Pulau Dewata mulai akhir Juli 2015.

"Kami sudah beli beras premium yang sesuai dengan harga pasar," kata Kepala Bulog Divisi Regional Bali Wayan Budhita di Denpasar, Senin.

Menurut dia, perusahaan umum tersebut membeli beras premium dari petani setempat seharga Rp8.800 per kilogram.

Harga tersebut, lanjut dia, terjadi kenaikan sebesar Rp200 dari harga sebelumnya Rp8.600 per kilogram.

Dia menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut merupakan kenaikan yang wajar karena panen yang menghasilkan beras premium berkurang.

Dinas Pertanian Provinsi Bali menyatakan bahwa beras tersebut disuplai dari enam kabupaten di Bali dengan alokasi kuota tertentu.

Dinas Pertanian menargetkan Badan Urusan Logistik setempat agar dapat menyerap 1.000 ton beras dari petani hingga Agustus 2015, sebagai upaya menjamin terpenuhinya cadangan pangan.

Distan sendiri telah memediasi antara Bulog dengan perusahaan penggilingan padi, supaya mereka dapat menjual ke Bulog dengan harga yang disepakati.

Akhirnya disepakati penerima Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) untuk menyuplai beras ke Bulog jenis beras premium dengan kesepakatan harga Rp8.800 setiap kilogramnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026