Denpasar (Antara Bali) - Kunjungan wisatawan asal Jepang dan Amerika Serikat ke Bali menurun akibat pengaruh letusan Gunung Raung beberapa waktu lalu.

"Kunjungan wisatawan Jepang dan Amerika labil sehingga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan terutama terhadap biro perjalanan wisata dan tingkat hunian hotel," kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Bali, I Ketut Ardana, di Denpasar, Kamis.

Ia juga mengakui banyak wisatawan asing yang hendak ke Bali harus menunda atau membatalkan keberangkatannya akibat dampak letusan Gunung Raung.

"Pembatalan itu tidak bisa kami tolak karena peristiwa ini memang faktor alam. Namun, untuk kunjungan wisatawan Australia ke Bali masih stabil," ujarnya.

Selain pengaruh cuaca, faktor-faktor keamanan destinasi wisata sangat memengaruhi kunjungan wisata ke Bali sehingga perlu peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan yang bergerak di bidang pariwisata untuk menjaga kenyamanan dan keamanan itu.

"Peran serta masyarakat desa juga perlu dilibatkan dalam mejaga keamanan destinasi wisata yang ada di daerahnya, seperti Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP)," ujarnya.

Ia mengakui respons masyarakat terhadap pariwisata cukup bagus karena Bali sudah menjadi tujuan wisata favorit sejak puluhan tahun lalu dan masyarakat sudah terlatih menerima keberadaan tamu asing.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyebutkan bahwa tingkat hunian hotel di daerahnya mengalami penurunan 10-15 persen pada Juli 2015 akibat dampak abu vulkanik Gunung Raung beberapa waktu lalu.

"Saat ini tingkat okupansi hunian hotel di Bali sekitar 70 persen. Sebelum peristiwa meletusnya Gunung Raung mencapai 80-85 persen," ujarnya.

Tingkat hunian hotel yang mengalami penuruanan, lanjut dia, tidak hanya dirasakan oleh pelaku pariwisata di kawasan Kuta, namun juga dirasakan hingga ke Ubud, Gianyar, Bali.

"Akibat buka tutup Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu banyak terjadi pembatalan penerbangan ke Bali kurang lebih mencapai 74 ribu orang," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mengharapkan kondisi cuaca yang terjadi saat ini kembali normal sehingga wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali tidak mengalami hambatan. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya
Editor : I Made Surya

COPYRIGHT © ANTARA 2026