Kedua atlet tersebut diharapkan mampu menunjukkan prestasi terbaiknya sehingga bisa mengibarkan bendera merah putih di arena Asian Games China, kata Ketua KONI Bali Drs Made Nariana di Denpoasar Jumat.
Mereka kini menggenjot melakukan latihan intensif di nomornya masing-masing. Oka Sulaksana yang didampingi pelatih I Wayan Sujana dipercaya melakukan latihan di Pantai Sanur di tempat atlet itu dibesarkan.
"Saya bersyukur bahwa atlet selancar angin Oka Sulaksana, putra seorang nelayan di kawasan wisata Sanur masih menjadi andalan Indonesia pada Asian Games, sehingga harus digenjot melakukan latihan," kata Nariana.
Oka saat berlaga di Guangzhou, China nanti tetap didampingi pelatihnya Wayan Sujana, kini hampir setiap hari harus mengarungi pantai Sanur hingga tembus ke Pulau Nusa Penida, sebuah daratan yang termasuk wilayah Kabupaten Klungkung.
Berkat kerja keras dalam latihan di perairan Pulau Dewata itu, Oka mampu meraih medali emas pada dua Asian Games sebelumnya, yakni saat digelar di Thailand pada 1998 dan di Busan, Korea Selatan pada 2002.
"Saya ingin agar Oka mampu mengulangi sukses seperti pada arena Asian Games sebelumnya yakni bisa memboyong medali emas, sebab yang bersangkutan sudah pernah tiga kali tampil di Olimpiade," tutur Made Nariana.
Ketua KONI Bali itu mengatakan, lifter Ni Luh Sinta, bersama tim Pelatnas angkat besi Indonesia yang beranggotakan delapan orang kini berlatih ke Korea untuk pemantapan menjelang tampil di Asian Games Guangzhou.
Sebelum ke Korea, lifter Indonersia itu mengikuti kejuaraan Dunia di Turki September lalu dan hasilnya cukup menggembirakan karena lifter wanita asal Bali itu berada pada urutan keenam di kelas 69 kilogram.
"Ini cukup membanggakan, di mana wanita Bali yang umumnya dikenal bekerja keras mampu menunjukkan prestasi dan diharapkan dalam arena Asian Gams Guangzhou, China lebih baik bahkan bisa menyabet medali," harap Nariana.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.