Denpasar (Antara Bali) - Aneka kerajinan dan anyaman Ata yang dibuat artisitik oleh masyarakat Bali terutama dari Desa Gumung dan Tenganan Manggis Karangasem mampu merambah pasaran ekspor terutama ke Eropa.

Anyaman Ata berupa tas, tempat tissu, ingke (tempat makan), hingga berupa kap lampu banyak diekspor karena awalnya disenangi turis asing yang berlibur ke Bali, tutur Wayan Gatrana, pengusaha di Denpasar Rabu.

Kerajinan Anyaman Ata ini dikenal pertama kali di Dusun Gumung, Tenganan Manggis dalam bentuk prisai untuk tradisi `Megeret Pandan? atraksi sakral yang digelar setahun sekali terkait prosesi Upacara Aci Sambah.

Sarana perang-perangan yang dimainkan dua anak muda sepertinya berperang, kemudian berkembang terus menjadi bentuk lain seperti tas, kotak, bokor, gentong, tempat tissue dan sebagainya yang digemari wisatawan.

Hingga kini jenis anyaman ini banyak berkembang menjadi tumpuan penghidupan warga seperti Bungaya, Bebandem, Seraya dan Tempat lain di desa-desa dekat lokasi wisata menarik pantai Candi Dasa, kata dia.

Desa Tenganan adalah salah satu desa Kuna di Bali, memiliki adat istiadat yang unik, masyarakatnya selain membuat anyaman Ata juga memiliki kain tenun Gringsing merupakan Produk karya seni tenun tradisional.

Tenunan ini yang memiliki corak khas desa tersebut terkenal hingga ke manca negara karena hanya ada di desa Tenganan Pegringsingan, dan konon warna merah kain tenunan itu dibuat dari darah manusia.

Namun sekarang kain tenunan itu, warna merahnya terbuat dari buah kemiri, sehingga kelihatannya tetap punya nilai kekunaan. Kain tenunan jenis tradisional ini banyak digemari wisatawan terutama asal Eropa.

Aneka jenis anyaman buatan masyarakat Bali memang sejak lama sudah memasuki pasar ekspor walau pun dalam jumlah yang terbatas namun semua itu adalah produksi masyarakat di daerah pedesaan yang tyersebar di pulau ini.

Sesuai catatan Disperindag Bali, realisasi ekspor anyaman dari Bali Januari-Juli 2010 bernilai 763 ribu dolar AS hasil pengapalan sebanyak 637 ribu pcs, disamping banyak dibeli turis asing yang berlibur di Bali. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026