Made Sandra (58), warga Banjar Tibu Sambi yang dua ternak sapinya mati, Senin mengatakan, dirinya tidak mengira sungai akan meluap hingga airnya mencapai tempat yang biasa digunakan untuk penambatan banyak ternak sapi.
"Saat Minngu (10/10) sore, ketika kedua sapi itu saya tambatkan, aliran sungai biasa saja. Bahkan hujan yang turun hanya gerimis. Saya tidak menyangka air sungai akan meluap begitu besar," katanya menyesal.
Sandra sendiri tahu sungai meluap besar dari tetangga sekitarnya. Bersama warga lainnya yang juga menambatkan sapi-sapinya di pinggir sungai, ia berlari ke lokasi.
Bagi warga yang sapinya ditambatkan pada lokasi yang jauh dari bibir sungai, masih bisa menyelamatkan ternak piaraannya tersebut. Tapi sapi milik Sandra yang ditambatkan paling dekat dengan sungai, sudah terlambat untuk diselamatkan karena derasnya air.
"Saya hanya bisa melihat sapi itu diterjang banjir, setelah surut baru bisa mendekatinya dan sudah mati," sesalnya.
Nasib naas juga dialami oleh Komang Asa warga Banjar Sumbul, di desa yang sama. Ia juga harus kehilangan dua ternak sapinya yang mati karena terendam luapan air sungai.
Sapi milik Sandra dan Asa yang mati itu berumur sekitar dua tahun dan jika dijual bisa laku tidak kurang Rp3 juta per ekor.
"Karena sudah mati, sapi itu saya potong sendiri dan dagingnya dibagi-bagikan kepada keluarga," ujar Sandra.
Warga di sepanjang aliran sungai tersebut biasa menambatkan ternak sapi di sepanjang bantaran sungai. Saat kejadian, air sungai meluap hingga sejauh sekitar 10 meter dari bibir sungai.
Selain sapi, pohon-pohon di sekitar lokasi juga bertumbangan akibat terjanjangn banjir yang begitu dahsyat.
Warga juga merasa aneh dengan luapan air tanpa dibarengi hujan lebat tersebut. Mereka hanya bisa menduga, hutan yang gundul sebagai penyebab utamanya.
"Mungkin yang hujan lebat di daerah hutan di hulu, karena pohon-pohon yang besar sudah banyak hilang air akhirnya langsung masuk ke sungai dan menyebabkan luapan yang besar," kata salah seorang warga.
Warga yang biasa menambatkan sapi di pinggir sungai itu mengakui luapan sungai kali ini paling besar dibandingkan yang pernah terjadi sebelumnya.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.